Jalan utama yang menghubungkan Tarutung dan Sibolga akhirnya bisa dilalui lagi. Ini kabar baik buat warga, setelah sebelumnya tanah longsor memutuskan akses vital itu. Kendaraan roda dua dan roda empat kini sudah bisa lewat, meski dengan catatan. Jalurnya baru berupa akses darurat, hasil kerja keras satgas gabungan TNI bersama Pemprov Sumut dan pihak-pihak terkait.
Longsor waktu itu terjadi di beberapa titik sekaligus. Tebing-tebing curam di sepanjang ruas jalan itu ambrol, menimbun badan jalan dengan material tanah dan batu. Salah satu titik yang paling parah panjangnya sekitar 50 meter dengan lebar 20 meter. Jalan pun tertutup total, arus lalu lintas terpaksa berhenti sama sekali.
Nah, untuk menangani situasi itu, satgas gabungan turun langsung. Mereka membersihkan material longsor pakai alat berat, memperbaiki badan jalan yang rusak, dan akhirnya membuka jalur darurat di titik-titik yang ambles atau tertimbun. Medannya sulit, cuaca juga nggak selalu bersahabat. Tapi kerja keras mereka membuahkan hasil.
Menurut keterangan resmi dari Pusat Penerangan TNI, penanganannya dilakukan bertahap. Mereka mengutamakan keselamatan dan menyesuaikan dengan kondisi lapangan yang memang tricky.
“Meski jalur telah dapat dilalui, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta memperhatikan kondisi cuaca dan keamanan saat melintas, mengingat beberapa titik masih berada dalam tahap penanganan lanjutan,”
Demikian pernyataan Puspen TNI yang dikutip pada Minggu (21/12/2025). Peringatan itu penting. Soalnya, meski sudah bisa dilewati, kondisi jalan belum sepenuhnya normal. Beberapa bagian masih rapuh dan butuh perbaikan lebih lanjut.
Ke depan, TNI dan pemda bakal terus memantau situasi. Perbaikan-perbaikan lanjutan akan dilakukan untuk memastikan akses ini benar-benar aman dan berfungsi optimal. Sinergi seperti ini jelas diperlukan untuk pemulihan pascabencana yang lebih cepat.
Pada akhirnya, pembukaan jalur darurat ini bukan cuma soal konektivitas. Ini bukti nyata bahwa di tengah situasi darurat, ada banyak pihak yang bekerja keras tanpa lelah. Kehadiran mereka, dari aparat hingga relawan, memberikan rasa tenang dan menunjukkan komitmen untuk hadir saat dibutuhkan.
Artikel Terkait
BSI Fokus Ekspansi, Pembagian Dividen Tak Jadi Prioritas
Industri Otomotif RI Tembus Investasi Rp194,2 Triliun, Kendaraan Listrik Melonjak
Prabowo Soroti Potensi Dana Umat Rp500 Triliun Per Tahun dengan Syarat Pengelolaan Profesional
Pasangan Pengantin di Minya Tewas dalam Kecelakaan Usai Akad Nikah