BI Pastikan Pasokan Uang Tunai Tetap Lancar di Daerah Rawan Bencana Sumatera

- Kamis, 18 Desember 2025 | 02:25 WIB
BI Pastikan Pasokan Uang Tunai Tetap Lancar di Daerah Rawan Bencana Sumatera

Wilayah Sumatera yang dilanda banjir dan tanah longsor belakangan ini, mendapat perhatian khusus dari Bank Indonesia. Pasokan uang tunai untuk masyarakat terdampak dipastikan tetap aman. Hal ini diungkapkan langsung oleh Deputi Gubernur BI, Ricky Perdana Gozali, dalam sebuah konferensi pers Rabu lalu.

Ricky menjelaskan, bank sentral tak tinggal diam. Mereka sudah mengirimkan tambahan pasokan Rupiah ke daerah bencana. Pengiriman dilakukan lewat berbagai moda transportasi yang masih bisa diakses, tentu saja dengan koordinasi ketat bersama aparat dan pemda setempat.

“Kami sudah melakukan penambahan pengiriman uang Rupiah tambahan ke wilayah bencana melalui berbagai moda transportasi alternatif yang kita sudah lakukan,” tegas Ricky.

Jaringan kantor perwakilan BI di seluruh Indonesia, yang berjumlah 46 titik, jadi ujung tombak operasi ini. Fokusnya sekarang ada di Sumatera bagian utara dan barat. Beberapa kantor seperti BI Sibolga, Lhokseumawe, Pematangsiantar, dan kantor perwakilan di Padang, disebutkan Ricky, bergerak aktif memastikan uang tunai tersedia.

Di sisi lain, bencana ini ternyata menyisakan dampak ekonomi yang perlu diwaspadai. Aida S. Budiman, Deputi Gubernur BI lainnya, memaparkan hasil asesmen sementara. Menurutnya, hilangnya aktivitas ekonomi selama sekitar sebulan di Aceh, Sumut, dan Sumbar, bakal sedikit mengoreksi pertumbuhan ekonomi tahunan.

“Dampaknya itu kepada perekonomian memang agak negatif. Tetapi karena tadi masih perhitungan sementara, dalam PDB setahun ini perkiraannya baru minus 0,017 persen,” kata Aida.

Namun begitu, Aida menekankan bahwa angka ini masih sangat awal. Perhitungannya kompleks, harus memasukkan faktor sosial dan kerusakan aset. Untuk urusan inflasi di ketiga provinsi itu, BI masih menunggu data resmi dari BPS sebelum bisa memproyeksikan dengan lebih pasti.

Meski ada koreksi kecil itu, proyeksi makroekonomi nasional secara keseluruhan belum berubah. BI masih mempertahankan target pertumbuhan ekonomi 2025 di kisaran 4,7 sampai 5,5 persen. Sasaran inflasi juga tetap dijaga, yaitu sekitar 2,5 persen plus minus satu persen.

Jadi, sambil memastikan uang tunai mengalir lancar ke daerah terdampak, BI juga terus memantau dampak jangka panjang bencana ini terhadap perekonomian.

Komentar