JAKARTA – Di tengah hiruk-pikuk bandara, Menteri Kelautan Korea Selatan, Chun Jae-soo, mengumumkan niatnya untuk mundur. Itu terjadi Kamis lalu, tepatnya 11 Desember 2025. Ia menyatakan pengunduran dirinya terkait dengan tuduhan menerima dana ilegal dari Gereja Unifikasi. Chun dengan tegas membantahnya. "Tuduhan itu sama sekali tidak berdasar," ujarnya.
Menurutnya, langkah mundur ini adalah bentuk tanggung jawab. "Sebagai pejabat publik, mengundurkan diri dari jabatan menteri dan menanggapi secara langsung adalah perilaku yang tepat," kata Chun saat ditemui di Bandara Internasional Incheon, sebelah barat Seoul.
Ia tak ingin menjadi beban. Chun menjelaskan, keputusannya mundur ditujukan agar tidak membebani pemerintahan Presiden Lee Jae Myung yang sedang memimpin.
Namun begitu, gema skandal ini ternyata sudah bergulir jauh. Media-media lokal dalam beberapa hari terakhir ramai memberitakan laporan dari seorang mantan pejabat Gereja Unifikasi. Mantan pejabat itu disebut telah memberi tahu jaksa tentang pembayaran kepada sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat Lee, dan Chun diduga termasuk di dalamnya. Sayangnya, laporan itu tak menyebut angka pastinya, berapa banyak uang yang diduga diterima sang menteri.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan WFA untuk ASN dan Sekolah Online Demi Hemat BBM Mulai 2026
AirNav Perpanjang Larangan Terbang di Ruang Udara Iran hingga 22 Maret 2026
Arus Mudik Lebaran 2026 Melonjak 14%, Capai 1,53 Juta Penumpang dalam 3 Hari Puncak
Menteri Perhubungan Pantau Langsung Diskon Tiket Mudik 20 Persen di Bandara Soekarno-Hatta