“(Infrastruktur) Itu segera harus kita hubungkan kembali. Kenapa? Karena hanya dengan itu kita bisa dorong logistik. Karena kalau tidak (diperbaiki), masyarakat bisa kelaparan karena benar-benar tidak lagi ada supply (makanan) yang cukup,”
Upayanya sudah berjalan. Pemerintah bahkan mengirimkan ekskavator dan alat berat lain lewat udara dan laut. Tujuannya sederhana: membuka akses secepat mungkin, meski dengan solusi sementara. Untuk jangka panjang, rencananya adalah membangun infrastruktur yang lebih kokoh dan tahan bencana. Tentu itu butuh waktu lebih lama dan koordinasi yang solid.
Nah, soal koordinasi ini juga ditekankan AHY. Ia mengaku telah mulai menjalin komunikasi intens dengan berbagai kementerian, lembaga, dan tentu saja para kepala daerah di lokasi bencana.
“Saya juga mulai berkomunikasi antar K/L (Kementerian/Lembaga), tapi juga dengan para kepala daerah. Ini saya rasa penting untuk kita kawal bersama-sama, termasuk juga infrastruktur listriknya, penerangan, komunikasi. Ini semua harus terhubung kembali,”
Jadi, pekerjaan rumahnya masih banyak. Dari perbaikan jalan darurat hingga pemulihan jaringan listrik dan komunikasi. Semuanya harus bergerak serentak. Kunjungan siang ini, tampaknya, adalah bagian dari upaya memastikan semua bergerak sesuai harapan.
Artikel Terkait
Dari Bandung ke Swedia: Riyanti dan Lika-Liku Perjalanan yang Tak Terduga
OJK Tunjuk Friderica Widyasari Dewi Isi Posisi Kosong Dewan Komisioner
Kemenpora Apresiasi Forum Pelajar SDGs, Gen Z Didorong Jadi Penggerak Lingkungan
Dari Lintasan Balap ke Lapangan Hijau: Nadia, Bocah 12 Tahun yang Jadi Mesin Gol