Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, puluhan ribu unit transportasi telah disiagakan. Di darat, tersedia lebih dari 31 ribu unit bus yang beroperasi dari 117 terminal. Jaringan kereta api di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi juga dipastikan siap dengan 2.670 kereta.
Lalu bagaimana dengan laut dan udara?
Menurut paparan Dudy, untuk transportasi laut telah disiapkan 704 kapal penumpang, ditambah 69 kapal patroli dan navigasi untuk mengawal keselamatan. Prasarana pendukungnya juga lengkap: 15 lintas penyeberangan, 29 pelabuhan, dan 72 unit dermaga. Tak ketinggalan, 253 kapal tambahan juga sudah disiagakan.
Sektor udara pun tak kalah sigap. Sebanyak 368 unit pesawat siap mengudara dari 257 bandara yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan, sejumlah bandara akan beroperasi 24 jam non-stop untuk mendukung kelancaran.
Dengan persiapan semasif ini, harapannya jelas: perjalanan masyarakat selama Nataru nanti bisa lebih terjangkau, aman, dan lancar. Semoga saja eksekusinya di lapangan berjalan sesuai rencana.
Artikel Terkait
Penjualan Tiket My Chemical Romance di Jakarta Mendadak Ditunda, Promotor Minta Maaf
Geliat Ekspor Mobil: Jepang Masih Kuasai Pasar, China Masih Berjuang
Restorative Justice Akhiri Kisah Hogi, dari Pembelaan Istri ke Dua Nyawa Melayang
ATSI Buka Suara: Data Wajah Pelanggan Tak Disimpan Operator