JAKARTA - Kepala BNPB Suharyanto secara langsung meminta maaf kepada Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu. Permintaan itu terlontar saat dia menyaksikan sendiri dampak banjir di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Minggu lalu. Rupanya, skala kerusakan di lapangan jauh melampaui perkiraannya.
"Saya tidak mengira sebesar ini," ujar Suharyanto.
Dia lalu menambahkan, "Saya mohon maaf Pak Bupati. Ini, bukan berarti kami tidak peduli begitu."
Menurutnya, kehadiran BNPB di Tapanuli Selatan murni untuk membantu warga yang terdampak. Bantuan itu, tegas dia, diberikan tanpa memandang wilayah. "Tidak ada bedanya penanganan di utara, selatan, atau tengah. Itu sama semua bagi kami," katanya.
Sebelumnya, publik sempat dihebohkan dengan pernyataan Suharyanto soal status bencana di Sumatera. Dia mengakui, situasi di media sosial memang terlihat sangat mencekam. "Memang kemarin kelihatannya mencekam ya," ucapnya, mengiyakan gambaran yang beredar luas di platform daring.
Namun begitu, dia enggan berkomentar lebih jauh. Soal kemungkinan peningkatan status menjadi bencana nasional, dia memilih untuk tidak menjawab. Penetapan status, jelasnya, punya pertimbangan teknis tersendiri, seperti jumlah korban dan aksesibilitas lokasi.
Untuk saat ini, posisinya tetap. "Saya tidak perlu menyampaikan apakah perlu tidaknya status darurat bencana nasional atau daerah," tegas Suharyanto.
"Tapi sekarang statusnya masih bencana daerah tingkat provinsi," pungkasnya menegaskan.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Keberangkatan Haji 2026 Sesuai Jadwal, Biaya Avtur Tak Dikenakan ke Jamaah
Perundingan Hamas-AS di Kairo Buntu, Fase Kedua Gencatan Gaza Terhambat
Ditjen Pajak: 3,7 Juta Wajib Pajak Belum Lapor SPT, Antisipasi Lonjakan Akhir April
Dokter Tifa Berencana Terbang ke Jepang untuk Verifikasi Gelar Akademik Rismon