Dia juga berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Poin utamanya memastikan operasional bandara, titik pendaratan helikopter, serta optimalisasi armada udara dengan dukungan TNI–Polri.
"Kami memastikan armada udara, termasuk helikopter TNI–Polri, dapat digunakan optimal untuk dropping logistik dan bantuan medis," tegasnya. Langkah ini sangat krusial mengingat banyak jalur darat masih terputus total.
Selain itu, AHY telah berbicara dengan Direktur Utama PLN untuk percepatan pemulihan jaringan listrik. Begitu pula dengan Pertamina guna mengamankan pasokan BBM yang dibutuhkan untuk alat berat dan operasional fasilitas publik.
"Kita menghadapi kondisi yang tidak mudah," tambahnya. Jalur putus, cuaca buruk, BBM terbatas - bahkan tiga helikopter yang tersedia hanya dapat mengangkut sekitar enam ton per trip. Meski begitu, seluruh unsur pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk bekerja sebaik mungkin.
Dia menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem ke depan. Termasuk dukungan terhadap operasi modifikasi cuaca oleh BMKG sebagai langkah antisipatif.
"Keputusan harus cepat namun tetap prudent," tuturnya. Yang utama adalah keselamatan warga dan pemulihan akses logistik.
AHY berharap kondisi cuaca segera membaik. Dengan begitu, proses pemulihan dan penyaluran bantuan bisa dipercepat.
"Kita bekerja bersama, pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, BUMN, semuanya turun tangan," ucapnya. Harapannya, cuaca segera bersahabat agar akses logistik dan layanan publik dapat pulih lebih cepat.
Dalam kunjungannya, AHY didampingi Menteri Transmigrasi M Iftitah Suryanagara. Turut hadir Perwakilan BNPB daerah Sumatera Utara, Deputi Nazib Faizal, serta Staf Khusus Menko Agust Jovan Latuconsina dan Sigit Raditya.
Artikel Terkait
Kadin Bergerak Cepat, Kumpulkan Dana dan Logistik untuk Korban Bencana Aceh-Sumatera
28 Helikopter Diterbangkan untuk Tangani Darurat Bencana di Sumatera
PNM Siapkan Bantuan Darurat untuk Korban Bencana di Sumatera
Netanyahu Minta Grasi demi Kepentingan Negara di Tengah Badai Korupsi