Kadin Gagas Strategi Baru Ciptakan Lapangan Kerja di Rapimnas 2025

- Minggu, 30 November 2025 | 20:15 WIB
Kadin Gagas Strategi Baru Ciptakan Lapangan Kerja di Rapimnas 2025

Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin sudah memastikan jadwal untuk Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2025. Acara puncak bakal digelar di Park Hyatt Jakarta, tepatnya pada tanggal 1 dan 2 Desember tahun depan.

Namun begitu, sehari sebelumnya, tepatnya 30 November, sudah ada acara pendahuluan. Di Glashouse Park Hyatt, bakal ada pameran showcase film yang memanfaatkan teknologi AI, plus berbagai rangkaian kegiatan pendukung lainnya.

Menurut Anindya Novyan Bakrie, selaku Ketua Umum Kadin Indonesia, ada dua isu besar yang akan jadi fokus utama dalam Rapimnas kali ini.

“Kalau Rapimnas tentu fokusnya kepada penciptaan lapangan kerja. Bagaimana kita bisa menciptakan lapangan kerja dengan mandiri, tapi untuk kesejahteraan masyarakat. Dan yang kedua, kita fokus untuk meningkatkan daya beli masyarakat supaya daya belinya tumbuh, ekonomi berputar,”

Ujarnya saat ditemui di sela-sela acara Fun Run Kadin Indonesia di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu lalu.

Yang menarik, Rapimnas tahun depan ini diklaim bakal berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kalau dulu agendanya lebih banyak bersifat top-down, kali ini pendekatannya dibalik. Mereka memilih cara bottom-up, yang melibatkan seluruh perwakilan daerah dan asosiasi secara langsung. Tujuannya jelas, agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berasal dari akar rumput.

“Ini melibatkan seluruh daerah dan asosiasi, sehingga yang kita hasilkan nanti benar-benar berasal dari bawah. Para menteri akan diundang untuk berdiskusi per topik, lebih substansial, bukan sekadar bicara umum,”

tambah Anindya.

Di sisi lain, Rapimnas ini juga akan menjadi ajang evaluasi terhadap program pemerintah sepanjang tahun. Semua pokok pikiran yang dirumuskan nantinya akan disampaikan sebagai rekomendasi resmi kepada Presiden Prabowo Subianto.

Ritme acaranya sendiri cukup padat. Dalam dua hari itu, akan ada sekitar tiga hingga empat panel diskusi utama. Sejumlah menteri kabinet, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Gubernur Bank Indonesia sudah dijadwalkan hadir sebagai pembicara.

Anindya menegaskan, acara ini bukan sekadar seremoni belaka.

“Tujuannya bukan seremoni. Kita ingin masuk ke substansi, bagaimana memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kemandirian serta kesejahteraan. Ini selaras dengan spirit ‘Incorporated’ yang menjadi konsep Presiden untuk memperkuat kolaborasi nasional,”

pungkasnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar