Fitch Naikkan Peringkat Pan Brothers Usai Restrukturisasi Utang

- Rabu, 26 November 2025 | 18:15 WIB
Fitch Naikkan Peringkat Pan Brothers Usai Restrukturisasi Utang

Berita bagus datang dari PT Pan Brothers Tbk (PBRX). Fitch Ratings akhirnya menaikkan peringkat kredit jangka panjang perusahaan garmen itu ke level B-, naik dari posisi sebelumnya yang tercatat sebagai Restricted Default (RD). Outlook untuk peringkat baru ini pun stabil.

Keputusan ini muncul tak lama setelah Pan Brothers menyelesaikan seluruh proses restrukturisasi utangnya. Caranya? Melalui penerbitan obligasi baru dan juga obligasi wajib konversi (OWK).

Menurut Fitch Ratings Indonesia dalam laporannya yang dirilis Senin (24/11/2025), kenaikan peringkat ini menunjukkan bahwa tekanan likuiditas perusahaan sudah jauh berkurang.

"Peringkat ini mencerminkan berkurangnya tekanan likuiditas dan restrukturisasi utang, mengingat tidak adanya jatuh tempo dalam jangka pendek," tulis lembaga pemeringkat tersebut.

Namun begitu, Fitch juga memberikan catatan. Mereka menilai ruang gerak likuiditas PBRX masih terbatas. Akses pendanaan belum sepenuhnya pulih, kebutuhan modal kerja terbilang tinggi, dan di sisi lain ada risiko dalam pelaksanaan pemulihan operasional.

Proses restrukturisasi yang dilakukan Pan Brothers melalui pengadilan ini cukup signifikan. Perusahaan menerbitkan obligasi baru senilai USD79 juta dan OWK sebesar USD157 juta. Hasilnya, total utang yang semula membengkak hingga USD337 juta berhasil dipangkas. Sekarang, utang baru mereka menjadi USD180 juta, ditambah USD157 juta dalam bentuk OWK.

Yang lebih menggembirakan, tenor kewajiban perusahaan jadi lebih panjang, yakni 11 hingga 15 tahun. Pembayaran pertama bahkan baru akan dimulai pada tahun 2029. Rinciannya, obligasi baru senilai USD50 juta akan jatuh tempo pada 2036, sementara sisa USD29 juta baru berakhir pada 2040.

Beban bunga pun jauh lebih ringan. Sekarang hanya 1-2 persen, baik lewat pembayaran tunai maupun skema paid-in-kind. Bandingkan dengan sebelum restrukturisasi yang bunganya mencapai 2,5-7,625 persen. Pengujian covenant keuangan baru akan mulai berlaku tahun 2030.

Fitch memproyeksikan jatuh tempo utang perusahaan akan relatif rendah di tahun-tahun awal. Di bawah USD1 juta pada 2029, lalu USD5 juta pada 2030, dan USD10 juta pada 2031. Baru setelah itu, pada periode 2032–2035, angkanya naik jadi lebih dari USD10 juta per tahun.

Meski beban utang sudah jauh lebih ringan, tantangan lain masih menghadang. Fitch menilai peningkatan pendapatan dan EBITDA masih sangat bergantung pada kemampuan perusahaan mendapatkan pendanaan tambahan. Ini faktor kritis bagi industri garmen yang berorientasi ekspor seperti PBRX.

Sayangnya, pendapatan PBRX justru diproyeksikan turun sekitar 15 persen pada 2025. Penyebabnya adalah melemahnya permintaan pelanggan global dan ruang pendanaan modal kerja yang masih terbatas.

"Keterbatasan pendanaan eksternal saat ini menghambat penghasilan kas dan pertumbuhan perusahaan. Kami memperkirakan pendapatan baru akan mulai pulih pada 2026-2027," kata Fitch.

Jadi, meski langkah restrukturisasi berhasil meredakan tekanan utang, perjalanan pemulihan Pan Brothers tampaknya masih panjang.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar