PNM Bentuk 1.024 Klaster Usaha, UMKM Tak Lagi Jalan Sendiri

- Selasa, 25 November 2025 | 15:20 WIB
PNM Bentuk 1.024 Klaster Usaha, UMKM Tak Lagi Jalan Sendiri

Masih ingat dengan tantangan klasik yang kerap menghantui UMKM di tanah air? Akses modal sebenarnya sudah lebih terbuka, tapi kemampuan mengelola bisnis dan memperluas pasar seringkali jadi kendala utama. Nah, pola inilah yang kemudian coba diubah lewat pendekatan berbeda.

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memilih strategi pemberdayaan berbasis komunitas. Hasilnya? Terbentuk 1.024 klasterisasi usaha bagi nasabahnya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Mereka membangun ekosistem usaha langsung di tingkat akar rumput.

Klasterisasi PNM ini mencakup beragam sektor. Mulai dari olahan makanan, kerajinan tangan, pertanian, hingga jasa dan perdagangan. Inisiatif ini merupakan bagian dari program Pengembangan Kapasitas Usaha atau PKU.

Melalui PKU, nasabah tidak hanya dapat modal. Mereka juga mendapat pendampingan berkelanjutan. Mulai dari pelatihan literasi keuangan, manajemen usaha, pemasaran digital, sampai bantuan meningkatkan kualitas produk dan mengurus perizinan.

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menekankan bahwa tujuan utama klasterisasi bukan sekadar urusan bisnis semata.

"Yang paling membahagiakan bagi kami adalah melihat para nasabah tumbuh dengan percaya diri, mulai dari berani memasarkan produk, menerima pesanan lebih besar, sampai mampu membantu ekonomi keluarga," ujar Dodot.

Ia menambahkan, "Ketika mereka merasa didampingi dan tidak berjalan sendiri, usaha mereka bukan hanya maju, tetapi hidup. Di situlah dampak pemberdayaan yang ingin kami hadirkan."

Dampak nyata program ini benar-benar dirasakan pelaku usaha. Sebut saja Devita Wijayanti, nasabah PNM asal Magelang. Usaha lumpianya berkembang pesat setelah mengikuti pembinaan.

"Sekarang saya bisa kirim ke luar daerah dan jualan lewat media sosial," ungkap Devita dengan semangat.

Omzetnya pun melonjak. Dari sebelumnya hanya Rp 1–2 juta per bulan, kini ia bisa meraup Rp 4–5 juta. Yang menarik, kisah Devita ini menunjukkan bagaimana klasterisasi tidak hanya memperkuat usaha, tapi juga memberdayakan perempuan secara ekonomi.

Di berbagai daerah, klasterisasi bahkan berkembang menjadi sentra ekonomi lokal dan mitra industri. Efeknya seperti riak di air satu keberhasilan bisa memicu dampak positif yang meluas bagi komunitas sekitar.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar