Pertamina Genjot Impor Pertalite 1,4 Juta Kilo Liter Antisipasi Libur Nataru

- Selasa, 25 November 2025 | 08:25 WIB
Pertamina Genjot Impor Pertalite 1,4 Juta Kilo Liter Antisipasi Libur Nataru

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, PT Pertamina (Persero) bersiap menambah pasokan BBM jenis Pertalite. Rencananya, impor sebanyak 1,4 juta kilo liter akan dilakukan demi memperkuat stok nasional. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama periode Nataru.

Mars Ega Legowo, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, mengonfirmasi hal tersebut. Menurutnya, tambahan impor ini akan meningkatkan cadangan BBM yang semula cukup untuk 21 hari menjadi sekitar 22-23 hari.

"Volume untuk penambahan pertalite itu kurang lebih 1,4 juta KL," katanya di Kompleks DPR, Jakarta, Senin (24/11/2025).

Dia juga menambahkan, selain Pertalite, perusahaan akan mengimpor Pertamax Turbo dalam jumlah terbatas. "Pertamax Turbo ada tambahan impor, tapi juga ada tambahan produksi dari kilang," ujarnya.

Di sisi lain, kelangkaan BBM di beberapa daerah sudah mulai terasa. Stok yang menipis memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan saat puncak musim liburan.

Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, mengungkapkan bahwa penambahan impor ini merupakan respons atas laporan kelangkaan tersebut. Dia memprediksi stok Pertalite akan sangat ketat pada akhir tahun tanpa adanya tambahan pasokan dari luar.

"Kami mendapatkan laporan dari BPH Migas, bahwa akan ada semacam yang namanya relaksasi," jelas Bambang.

Menurutnya, BPH Migas akan melakukan penghitungan dan penelusuran terhadap kuota subsidi dari tiap kota dan kabupaten.

Data dari BPH Migas sendiri menunjukkan kuota BBM Pertalite tahun ini ditetapkan sebesar 31,13 juta KL. Hingga saat ini, penyerapannya sudah mencapai 90,34 persen. Artinya, sisa stok yang tersedia tinggal 9,57 persen.

Situasi serupa terjadi pada Bio Solar. Prognosa hingga akhir tahun diperkirakan terserap 98,14 persen dari kuota 18,69 juta KL. Yang tersisa hanya 1,86 persen angka yang cukup tipis.

Wahyudi Anas, Kepala BPH Migas, menegaskan bahwa fleksibilitas dalam pengelolaan stok ini penting. "Ini akan bisa menjadi penguatan stok BBM di dalam negeri," pungkasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar