Dia lalu menambahkan candaan tentang "bahan makanan kata kuno," yang sebenarnya menggemakan fokus kampanye Mamdani soal keterjangkauan harga. Mamdani sendiri mengusulkan pendirian toko kelontong yang dikelola pemerintah kota di kawasan berpenghasilan rendah. Meski Trump tak secara langsung mendukung ide ini, ia juga tak menolaknya mentah-mentah.
Di sisi lain, mereka juga membahas penegakan imigrasi area di mana pandangan mereka jelas berbeda. Tapi Trump terdengar optimis. "Saya pikir kami akan menyelesaikannya," ujarnya penuh keyakinan.
"Dia ingin New York yang aman. Jika ada orang-orang mengerikan di sana, kami ingin mereka kelur. Saya pikir dia ingin mengeluarkan mereka mungkin lebih dari saya."
Kedua pihak sepakat bahwa mengurangi angka kejahatan adalah kepentingan bersama. "Dia tidak ingin melihat kejahatan dan saya tidak ingin melihat kejahatan," tegas Trump. "Saya sangat yakin kami akan sejalan dalam isu itu."
Dari sisi Mamdani, percakapan lebih berfokus pada tekanan biaya hidup yang dihadapi warga. "Kami berbicara tentang sewa, bahan makanan, utilitas cara-cara masyarakat terdesak keluar," paparnya.
"Saya menghargai percakapan ini dan berharap dapat bekerja sama untuk memberikan keterjangkauan bagi warga New York."
Pertemuan ini ditutup dengan pernyataan mengejutkan dari Trump. Dia mengaku akan merasa nyaman tinggal di bawah kepemimpinan Balai Kota yang dipimpin Mamdani. "Saya benar-benar akan merasa nyaman, terutama setelah pertemuan ini," pungkasnya. Sebuah akhir yang jauh dari bayangan sebelumnya.
Artikel Terkait
Agrinas Klaim Hemat Rp46,5 Triliun dari Pengadaan 105 Ribu Kendaraan Operasional Koperasi
Dirut Agrinas Bantah Langgar Aturan TKDN di Tengah Rencana Impor Mobil India
Bank Woori Saudara Genjot Pertumbuhan Bisnis Lewat Strategi Kemitraan
China Larang Ekspor ke 20 Perusahaan Jepang, Sebut Ancaman Keamanan Nasional