Indra Sjafri Berambisi Bawa Pemain Luar Negeri ke SEA Games, Meski Target Resmi Cuma Perak

- Sabtu, 22 November 2025 | 01:40 WIB
Indra Sjafri Berambisi Bawa Pemain Luar Negeri ke SEA Games, Meski Target Resmi Cuma Perak

Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, ternyata masih punya harapan besar untuk membawa pemain-pemain abroad ke SEA Games 2025 nanti. Padahal, target resmi dari Kemenpora RI cuma medali perak. Bukan emas.

Turnamen yang akan digelar di Thailand pada 9-20 Desember ini memang punya cerita tersendiri bagi Indonesia. Sebagai juara bertahan, tim Garuda Muda tergabung di Grup C bersama Myanmar, Filipina, dan Singapura. Menurut sejumlah saksi, Indra sadar betul bahwa mempertahankan tradisi emas bukan perkara mudah.

"Tentu saya sangat senang kalau semua para pemain bisa bergabung di SEA Games nanti," ujar Indra, Sabtu (22/11/2025).

Ia tak mau main-main. Pria asal Sumatra Barat ini menegaskan bahwa meski "hanya" SEA Games, tuntutan untuk tampil maksimal tetap tinggi. Makanya, ia butuh pemain-pemain terbaik.

"Bagaimanapun kita jangan meremehkan. Ini hanya SEA Games, tetapi di satu sisi kami dituntut untuk berbuat yang terbaik," tegasnya.

Lalu ia menambahkan, dengan nada lebih santai, "Oleh sebab itu yang terbaik-terbaik juga harus kami ajak supaya semua yang kami inginkan, masyarakat Indonesia inginkan, kami bisa emban dengan baik."

Soal kemungkinan pemain luar negeri seperti Marselino Ferdinan, Ivar Jenner, Mauro Zijlstra, Dion Markx, Tim Geypens, dan Adrian Wibowo bisa turun, Indra memilih serahkan sepenuhnya kepada PSSI.

"Mengenai pemain-pemain abroad yang nanti, ini PSSI Ketum Pak Erick (Thohir) lagi berusaha dengan timnya melobi klub-klub yang kemungkinan nanti bisa untuk SEA Games," tutup pelatih 62 tahun itu.

Di sisi lain, meski target resmi cuma perak, suasana di sekitar tim nasional sepertinya masih menyimpan harapan untuk mengulang sukses 2023. Emas, kenapa tidak?

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar