Emas Kian Diminati sebagai Safe Haven di Tengah Ketidakpastian Pasar Global
JAKARTA - Gejolak pasar keuangan global mendorong pergeseran signifikan dalam preferensi investasi, dengan emas muncul sebagai aset safe haven yang semakin diminati. Fenomena ini mengubah pola aliran modal internasional dan memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah.
POIN UTAMA: Aliran modal global beralih massif ke emas dan obligasi pemerintah AS, menciptakan tekanan pada mata uang emerging markets dan mendorong penguatan dolar Amerika Serikat.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengonfirmasi tren ini dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur BI. "Aliran modal global ke komoditas emas dan aset keuangan AS sebagai safe haven asset terus berlanjut," tegas Perry.
"Perkembangan global ini memerlukan kewaspadaan dan penguatan respons kebijakan yang terkoordinasi. Upaya ini penting untuk memitigasi dampak rambatan global, menjaga ketahanan eksternal ekonomi Indonesia, serta terus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik dengan tetap mempertahankan stabilitas."
Analisis menunjukkan bahwa ketidakpastian pasar global memicu dua dampak utama secara simultan:
Artikel Terkait
Medvedev Peringatkan Eropa dengan Video Serangan Rudal Hipersonik ke Ukraina
Waspada! Link Pendaftaran BSU 2026 Ternyata Hoaks, Kemnaker Tegaskan Belum Ada Kebijakan
Jerman Perketat Hukum untuk Hadang Gelombang Deepfake dan Pelecehan Digital
Patrick Kluivert Berpeluang Hadapi Belanda di Piala Dunia 2026