Garuda Indonesia Tunda Rencana Pembelian Pesawat Baru, Fokus pada Perbaikan Armada
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) memutuskan untuk menunda rencana penambahan armada pesawat baru. Keputusan ini diambil meskipun perusahaan telah menerima suntikan dana segar yang signifikan. Alih-alih menambah pesawat, manajemen akan memprioritaskan dana untuk perbaikan dan optimalisasi armada yang sudah ada.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H Kairupan, menjelaskan bahwa dari empat pesawat yang direncanakan, hanya satu yang sudah dilakukan pembayaran uang muka (DP). Tiga pesawat lainnya secara resmi ditunda pembeliannya. Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk menstabilkan kondisi operasional perusahaan terlebih dahulu.
Glenny menegaskan bahwa penyelamatan Garuda Indonesia harus dimulai dari perbaikan di sektor operasional, yang selama ini menjadi salah satu sumber beban keuangan. Dengan memfokuskan pada perbaikan armada yang ada, perusahaan berharap dapat menekan biaya operasi yang terus berjalan.
Proses pemulihan penuh Garuda Indonesia diprediksi akan memakan waktu. Glenny Kairupan memperkirakan dibutuhkan waktu sekitar dua tahun sebelum maskapai pelat merah ini dapat kembali mencetak laba.
Artikel Terkait
Transaksi Mata Uang Lokal Indonesia Tembus USD8,45 Miliar di Awal 2026
KAI Siap Dukung Transisi ke B50, Semua Lokomotif Sudah Terbiasa B40
TNI AL Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan AS, Kirim Kadet ke US Coast Guard
ATR/BPN Terapkan WFH untuk ASN, Jamin Layanan Pertanahan Tetap Optimal