Vietnam Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 10 Persen dan PDB Per Kapita USD 5.500 pada 2026
Majelis Nasional Vietnam secara resmi telah menetapkan target ambisius untuk pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2026. Target yang ditetapkan adalah pertumbuhan sebesar 10 persen atau bahkan lebih tinggi.
Selain pertumbuhan ekonomi yang tinggi, Vietnam juga membidik capaian PDB per kapita sebesar USD 5.500 pada tahun yang sama. Pencapaian ini akan menandai kemajuan signifikan bagi perekonomian negara tersebut.
Proyeksi Inflasi dan Kenaikan Upah Minimum
Dalam mengiringi target pertumbuhan, pemerintah Vietnam juga memproyeksikan tingkat inflasi yang terkendali. Indeks Harga Konsumen (IHK), yang menjadi indikator utama inflasi, diperkirakan akan berada di sekitar 4,5 persen untuk tahun depan.
Kebijakan pendukung lainnya adalah keputusan untuk menaikkan Upah Minimum Regional (UMR) mulai 1 Januari 2026. Rata-rata kenaikan upah minimum di Vietnam adalah sebesar 7,2 persen.
Detail Kenaikan Upah Minimum Regional Vietnam 2026
Kenaikan UMR di Vietnam diterapkan pada empat wilayah klasifikasi dengan besaran yang berbeda-beda. Berikut adalah rincian lengkapnya:
- Wilayah 1: Mencakup kota-kota besar seperti Hanoi, Ho Chi Minh City, Hai Phong, dan Da Nang. Upah minimum baru adalah 5,3 juta dong Vietnam per bulan.
- Wilayah 2: Meliputi kota-kota industri kecil. Upah minimum di wilayah ini naik menjadi 4,7 juta dong per bulan.
- Wilayah 3: Terdiri dari daerah-daerah dengan karakter agraris dan industri. UMR yang baru ditetapkan sebesar 4,14 juta dong per bulan.
- Wilayah 4: Merupakan daerah-daerah agraris. Upah minimum untuk kategori ini meningkat menjadi 3,7 juta dong per bulan.
Langkah-langkah kebijakan ini menunjukkan komitmen kuat Vietnam dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan tenaga kerjanya.
Artikel Terkait
Trump Janjikan Rp169 Triliun untuk Dewan Perdamaian Baru, Sambil Beri Peringatan Keras ke Iran
Indonesia-AS Resmi Tandatangani Perjanjian Dagang, 1.819 Produk RI Dapat Tarif Nol Persen
Defisit Perdagangan AS Tembus Rekor USD 1,24 Triliun di 2025
KAI Commuter Berlakukan Refund Penuh Tiket Basoetta Usai Insiden Tabrakan di Tangerang