Inilah yang menjadi dasar pernyataannya bahwa Purbaya Effect sudah bekerja. Menurut analisanya, tanpa kontribusi dari penyaluran kredit ke BUMN ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia mungkin tidak akan mencapai 5,04 persen dan masih berada di bawah angka 5 persen.
Harapan untuk Jangkau Sektor Swasta
Meski menunjukkan hasil yang menggembirakan, Sunarsip menekankan perlunya perluasan dampak kebijakan. Agar efeknya lebih luas, kebijakan fiskal yang dijalankan perlu menjangkau sektor swasta, tidak hanya terbatas pada level korporasi BUMN. Harapannya, fiskal dapat menjadi katalis pertumbuhan untuk sektor privat.
Selain itu, Sunarsip juga mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak bisa hanya bertumpu pada stimulus dari sisi permintaan. Pemerintah perlu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan yang ada di sisi penawaran agar sektor riil dapat bergerak lebih cepat dan mendukung pemulihan ekonomi.
Dengan strategi fiskal yang aktif dan dorongan yang kuat terhadap sektor swasta, Purbaya Effect diyakini dapat menjadi katalis bagi percepatan pemulihan ekonomi nasional secara lebih menyeluruh.
Artikel Terkait
Indonesia dan Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Jasa Instalasi Perairan untuk Perkuat Rantai Pasok Migas
Bank Sentral Global Tahan Suku Bunga, Waspadai Gejolak Timur Tengah
Iran Kecualikan Irak dari Pembatasan Ketat di Selat Hormuz
Pertamina Pastikan Harga BBM Tak Naik, Ditopang Kompensasi Pemerintah