Budi Arie Setiadi & Projo Disebut Gabung Gerindra: Respons & Kekhawatiran Internal

- Sabtu, 08 November 2025 | 10:30 WIB
Budi Arie Setiadi & Projo Disebut Gabung Gerindra: Respons & Kekhawatiran Internal

Budi Arie Setiadi dan Projo Disebut Akan Bergabung ke Gerindra

Isu perpindahan Ketua Umum Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi ke Partai Gerindra terus mengemuka. Di Kota Semarang, kabar ini bahkan dibahas secara serius dalam rapat internal DPC Gerindra setempat.

Respons Gerindra Kota Semarang

Ketua DPC Gerindra Kota Semarang, Joko Santoso atau yang akrab disapa Joss, menegaskan partainya terbuka bagi siapa pun yang ingin berjuang untuk bangsa. Meski demikian, keterbukaan ini memiliki batas.

"Gerindra selalu terbuka untuk siapa pun yang ingin berjuang demi kemaslahatan umat dan kepentingan negara. Namun, tentu kami perlu mencermati rekam jejak dan konteks politiknya," jelas Joss pada Jumat (7/11).

Joss mengakui bahwa kabar masuknya Budi Arie ke Gerindra menjadi topik hangat di kalangan kader. Isu ini semakin panas menyusul pencopotan Budi Arie dari jabatan Menteri Komunikasi dan Informatika dalam reshuffle kabinet.

Kekhawatiran Internal Gerindra

Joss menyuarakan kekhawatiran internal partai. "Sebagai kader di bawah, kami tentu bertanya-tanya, ada apa dengan reshuffle Budi Arie? Jangan sampai Gerindra dijadikan tameng politik bagi seseorang yang mungkin sedang mencari perlindungan," ujarnya tegas.

Ia juga menyinggung gaya kepemimpinan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, yang dikenal tegas. "Di bawah Pak Prabowo, seorang pejabat yang bermasalah dalam kinerja pasti diberi peringatan, bahkan bisa kena reshuffle kalau tidak menunjukkan perbaikan," tambahnya.

Sinyal Kuat Budi Arie dan Projo

Sementara dari kubu Budi Arie, sinyal untuk bergabung dengan Gerindra semakin kuat. Budi Arie sendiri telah menyatakan akan membawa barisan Projo untuk ikut bergabung.

"Lihat saja nanti. Kami sedang terus sosialisasi dan konsolidasi. Nanti akan ada gelombang besar," ujar Budi Arie di Jakarta, Selasa (4/11) malam.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar