Perbandingan dengan Proyek MRT Jakarta
Warganet lain, @thedufresne, menyoroti adanya standar ganda dalam kritik Anies. Ia membandingkan pembiayaan KCIC dengan proyek MRT Jakarta yang juga menggunakan dana APBN. "APBN dipake untuk bayar utang proyek MRT Jakarta. Yang naik MRT hanya warga Jakarta & sekitarnya. Tapi yang diserang cuma Whoosh," tulisnya.
Perubahan Kebijakan dan Pembiayaan Proyek KCIC
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sendiri telah mengalami beberapa perubahan signifikan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada awalnya berjanji proyek ini tidak akan menggunakan dana APBN. Namun, melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2021, pemerintah akhirnya menyetujui penyertaan modal negara (PMN) untuk pembiayaan KCIC.
Proyek ini juga menghadapi tantangan pembengkakan biaya (cost overrun). Estimasi terbaru menunjukkan kebutuhan pendanaan membengkak dari awalnya US$6,07 miliar menjadi sekitar US$8 miliar. Pembiayaan tambahan ini diusulkan untuk ditutup melalui PMN.
Kontroversi seputar rekam jejak dan pernyataan Anies Baswedan mengenai proyek Kereta Cepat Whoosh terus menjadi perbincangan publik, menyoroti kompleksitas pembangunan infrastruktur strategis di Indonesia.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir