Utang Whoosh Rp2 Triliun Per Tahun Disoroti Puan Maharani, Akan Dibahas DPR

- Selasa, 04 November 2025 | 22:50 WIB
Utang Whoosh Rp2 Triliun Per Tahun Disoroti Puan Maharani, Akan Dibahas DPR

Puan Maharani Soroti Utang Kereta Cepat Whoosh, Akan Dibahas DPR dengan Pemerintah

Ketua DPR RI, Puan Maharani, ikut angkat bicara mengenai polemik utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) yang tengah menjadi sorotan. Puan menegaskan bahwa persoalan utang Whoosh akan menjadi bahan pembahasan Komisi terkait di DPR bersama dengan pemerintah.

Pembahasan Utang Whoosh di DPR

Puan menyatakan bahwa DPR akan mengkaji lebih dalam keputusan-keputusan yang diambil pada pemerintahan periode sebelumnya. "Nanti itu, hal tersebut (utang Whoosh), kan kita akan bahas di Komisi terkait. Kami lihat dulu bagaimana sebenarnya keputusan-keputusan di pemerintahan periode yang lalu dan ini kan harus dibahas bersama pemerintah," ungkap Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 4 November 2025.

Kajian Menyeluruh dan Pencegahan Kerugian Negara

Merespons penyelidikan KPK yang tengah menyelidiki dugaan korupsi pada proyek Whoosh, Puan menekankan pentingnya mencegah kerugian negara yang berlarut-larut. Politikus PDIP itu menyatakan bahwa DPR akan mengkaji situasi keuangan proyek secara teknis, baik di masa lalu maupun kondisi saat ini.

"Ya, kita akan mengkaji bersama bagaimana secara teknis di pemerintah seperti apa. Lalu bagaimana sikap pemerintah, bagaimana situasi keuangan dulu dan sekarang," tegasnya. "Ini agar jangan sampai terjadi kerugian negara yang berlarut-larut," papar Puan lebih lanjut.

Respons Prabowo Subianto atas Polemik Whoosh

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meminta agar masalah kereta cepat Whoosh tidak diributkan lebih lanjut. Dalam sambutannya saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Prabowo menyatakan kesiapannya untuk mengambil alih tanggung jawab.

"Tak usah khawatir apa itu ribut-ribut Whoosh. Saya sudah pelajari masalahnya. Tak ada masalah, saya tanggung jawab nanti Whoosh itu semuanya, termasuk utang Rp2 triliun per tahun," kata Prabowo.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar