Prabowo Subianto di Pilpres 2029: Peluang Menang Besar dan Siapa Cawapresnya?

- Minggu, 02 November 2025 | 10:50 WIB
Prabowo Subianto di Pilpres 2029: Peluang Menang Besar dan Siapa Cawapresnya?
Peluang Menang Prabowo Subianto di Pilpres 2029 Dinilai Sangat Besar

Peluang Menang Prabowo Subianto di Pilpres 2029 Dinilai Sangat Besar

Pengamat politik Adi Prayitno menilai peluang Prabowo Subianto untuk memenangkan Pemilu 2029 sangat besar jika ia kembali maju sebagai calon presiden. Menurutnya, Prabowo hampir tidak memiliki lawan tanding yang sepadan.

Sebagai Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menyatakan bahwa jika Prabowo mencalonkan diri kembali, pertarungan pilpres bisa dianggap sudah selesai. Pernyataan ini disampaikannya melalui kanal YouTube miliknya di Jakarta, pada Minggu, 2 November 2025.

Keunggulan Presiden Petahana dalam Kontestasi Politik

Adi Prayitno menjelaskan bahwa kecenderungan politik di Indonesia menunjukkan bahwa seorang presiden petahana yang kembali maju selalu memiliki keunggulan yang signifikan. Keunggulan ini didapat karena presiden yang sedang menjabat memiliki akses penuh terhadap seluruh instrumen kekuasaan.

"Presiden petahana punya segala-galanya: kekuatan politik, struktur, dukungan, jaringan, popularitas, hingga elektabilitas," jelas Adi. Ia juga menambahkan bahwa pola serupa terjadi pada masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi).

Dengan kondisi yang menguntungkan ini, Adi meyakini bahwa Prabowo Subianto akan melangkah dalam Pemilu 2029 dengan posisi yang sangat kuat. Keyakinannya ini membuatnya yakin bahwa Prabowo nyaris tanpa pesaing yang seimbang.

Tantangan Menarik: Siapa Calon Wakil Presiden Pendamping?

Meski peluang kemenangan Prabowo dianggap sangat besar, Adi Prayitno melihat bahwa dinamika politik justru akan menarik perhatian pada satu pertanyaan penting: siapa yang akan mendampingi Prabowo sebagai calon wakil presiden?

"Yang menarik adalah soal siapa kira-kira yang akan menjadi calon wakil presidennya. Nah, ini yang akan terus diperbincangkan publik," pungkasnya. Pertanyaan ini diprediksi akan menjadi topik hangat dalam peta politik Indonesia menuju Pemilu 2029.

Komentar