Whoosh Berbuntut Utang Rp116 Triliun, PDIP Ungkap Usulan Alternatif Megawati
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh, yang menjadi proyek mercusuar pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), menuai sorotan. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memiliki usulan alternatif yang berbeda dari proyek kereta cepat tersebut.
Polemik Utang dan Kebutuhan Prioritas Rakyat
Whoosh, yang diklaim sebagai kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara, kini menghadapi polemik. Beban utang proyek ini disebut mencapai sekitar US$ 7,27 miliar atau setara Rp116 triliun. Hasto menyatakan bahwa Megawati berulang kali mempertanyakan urgensi proyek ini bagi rakyat.
Menurutnya, Megawati menilai bahwa kebutuhan rakyat di sektor lain, seperti pendidikan, pertanian, pembangunan bendungan, dan penyediaan pupuk, jauh lebih penting dan seharusnya menjadi prioritas utama.
Usulan Double Track dan Transportasi Publik Sumatera
Hasto mengungkapkan bahwa Megawati sempat mengusulkan alternatif pembangunan. Alih-alih membangun kereta cepat, Megawati menyarankan untuk membangun double track atau jalur ganda kereta api.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir