Relawan Prabowo Desak Presiden Tolak Kongres Projo, Ini Alasan Lengkapnya

- Sabtu, 01 November 2025 | 09:40 WIB
Relawan Prabowo Desak Presiden Tolak Kongres Projo, Ini Alasan Lengkapnya

Kelompok Relawan Prabowo Desak Presiden Tolak Undangan Kongres Projo

Koalisi relawan pendukung Presiden Prabowo Subianto, termasuk Gerakan Cinta Prabowo, Garuda Asta Cita Nusantara, Rampas 08, Garuda Emas, dan Garda 08, secara resmi menyatakan tidak ada urgensi bagi presiden untuk menghadiri Kongres Projo.

Pernyataan Resmi dari Aliansi Relawan

Pernyataan sikap ini disampaikan langsung oleh Ketua Presidium Apel Kebangsaan, H. Kurniawan, yang bertindak sebagai perwakilan resmi dari aliansi relawan tersebut. Kurniawan menegaskan bahwa kehadiran Presiden Prabowo di Kongres Projo dinilai lebih banyak membawa mudarat daripada manfaat.

Kekhawatiran Agenda Terselubung

Menurut analisis para relawan, terdapat potensi agenda terselubung di balik undangan yang ditujukan kepada Presiden. Kurniawan mengungkapkan kekhawatiran bahwa kehadiran Prabowo justru dapat dimanfaatkan pihak tertentu untuk menjatuhkan wibawa dan kewibawaan presiden.

Komitmen Menjaga Marwah Kepresidenan

Kurniawan menekankan bahwa perjuangan menjadikan Prabowo Subianto sebagai pemimpin bangsa merupakan proses panjang yang penuh pengorbanan. "Kami wajib menjaga dan mengawal beliau dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045," tegasnya dalam keterangan resmi.

Antisipasi Manuver Politik

Aliansi relawan telah memprediksi adanya kemungkinan manuver politik di balik acara Kongres Projo. Mereka tidak ingin marwah Presiden terkesan disetir oleh kelompok lain atau terpengaruh framing negatif, termasuk terkait isu proyek Kereta Cepat Whoosh yang sedang hangat diperbincangkan.

Rekomendasi untuk Presiden

Berdasarkan pertimbangan tersebut, para relawan secara tegas merekomendasikan Presiden Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan kembali untung rugi kehadiran di Kongres III Projo dan memprioritaskan agenda nasional yang lebih mendesak.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar