Menurut analisa Okky, melempemnya kinerja dan posisi Gibran disebabkan oleh ketidakcakapannya sejak awal. Okky menegaskan bahwa ia tidak melihat Gibran sebagai figur yang capable atau mampu.
Okky juga menilai bahwa sejak awal Gibran tidak pantas menduduki posisi wakil presiden yang membutuhkan pengalaman, rekam jejak, dan kematangan dalam sepak terjang.
Ironi Tingkat Kepuasan Publik
Pengamat ini mengaku heran dengan hasil survei yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gibran di atas 70 persen. Okky menyoroti ketidaklogisan jika kepuasan publik muncul hanya karena aksi bagi-bagi susu saat meninjau program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Okky menilai terdapat ironi dan ketidaksinkronan antara realitas kinerja dengan angka kepuasan yang dilaporkan survei tersebut.
Artikel Terkait
Kepemimpinan PBNU Kembali ke Gus Yahya, Muktamar 35 Dijadwalkan 2026
Kontroversi Video Rektor UGM: Tahun Kelulusan Jokowi Berubah dalam Dua Versi
TPUA Soroti Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis: Karakter Pengkhianat hingga Tudingan Layani Jokowi
Desakan Organisasi Pemuda: Erick Thohir Dinilai Gagal, Minta Kemenpora Dipisah