Yang kedua, Gus Salam mengungkapkan bahwa pengurus PBNU diduga mengarahkan untuk memilih pasangan nomor urut 2, yaitu Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dalam konteks pemilihan capres.
"Kampanye Rois Aam, Ketum, Wakil Rois Aam & Sekjend mengarahkan untuk mendukung Paslon 2," ungkap Gus Salam.
Baca Juga: Ada Apa Nih? Tiba-tiba PBNU Copot Ketua PWNU Jawa Timur Marzuki Mustamar
Lebih lanjut, Gus Salam menyebutkan bahwa kampanye yang dilakukan oleh pengurus PBNU ini beragam, mulai dari kampanye terang-terangan hingga kampanye yang disampaikan melalui kiasan.
"Ada yang dengan bahasa soreh (jelas), ada yang dengan bahasa kinayah (kiasan)," jelas Gus Salam.
Menyikapi kondisi ini, Gus Salam menyatakan keprihatinannya terhadap kepengurusan PBNU saat ini, khususnya terkait dengan netralitas dalam pelaksanaan pemilu.
Ia menegaskan bahwa PBNU, yang seharusnya menjadi wadah netralitas, terlihat mengarahkan struktur ke pasangan calon tertentu.
"PBNU yang luar gembar gembor netral, tapi di dalam mengarahkan struktur ke Paslon tertentu, ini meruntuhkan wibawa dan integritas PBNU sebagai Organisasi Ulama," ungkap Gus Salam.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: pojokbaca.id
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir