Jokowi Masih Jadi Bahan Perdebatan, Warganet: Seperti Nabi, Bungulnya

- Kamis, 15 Januari 2026 | 08:00 WIB
Jokowi Masih Jadi Bahan Perdebatan, Warganet: Seperti Nabi, Bungulnya

MURIANETWORK.COM

Sudah tak lagi menjabat, tapi nama Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi ternyata belum benar-benar hengkang dari pusaran berita. Justru sebaliknya. Beberapa waktu terakhir, beragam isu nasional seakan masih menyematkan namanya, jadi bahan perbincangan yang tak kunjung reda.

[Ilustrasi: Jokowi dalam suatu acara]

Pola ini menarik perhatian Chusnul Chotimah, seorang pegiat media sosial yang cukup vokal. Ia mengamati sesuatu yang menurutnya janggal.

"Coba perhatikan," tulis Chusnul di akun X-nya, Kamis (15/1/2026) lalu. "Hampir semua masalah bangsa ini selalu ada nama Jokowi, dan kalian masih aja memujanya seperti Nabi, bungulnya."

Ungkapan pedas itu, tentu saja, langsung memantik reaksi. Warganet ramai-ramai memberi tanggapan. Ada yang setuju, tak sedikit pula yang membela.

@kiwalipitu berkomentar keras: "Berarti ingin berkuasa 3 periode, 4 periode 5 periode. Hanya ingin menutupi kebusukan2 yang telah dilakukannya selama berkuasa."

Di sisi lain, nada pasrah juga terdengar. Seperti dari akun @aleale366105 yang menulis, "Sudahlah nul, Jokowi tak bisa dikalahkan. Anggap saja bangsa ini tertipu besar-besaran dan serahkan pada yang kuasa."

Kekhawatiran akan masa depan pun muncul. Seorang netizen bernama @andrekhansi21 menyambung dengan pesimisme, "Jokowi satu saja sudah merusak banyak sendi-sendi negara. Apalagi kalau ternak-ternak lagi menyiapkan 'Jokowi 2'. Hancur negara ini."

Begitulah. Di ruang digital, percikan opini bisa dengan cepat membesar jadi perdebatan panas. Nama Jokowi, meski masa jabatannya telah usai, rupanya masih punya daya pikat atau mungkin daya provokasi yang kuat. Ia tetap menjadi tokoh yang tak pernah benar-benar absen dari percakapan publik, untuk alasan yang beragam.

Sumber: RMOL

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar