Pengamat Bantah Rumor Persaingan Dasco dan Sjafrie: Dua Pilar Penopang, Bukan Rival

- Minggu, 14 Desember 2025 | 17:25 WIB
Pengamat Bantah Rumor Persaingan Dasco dan Sjafrie: Dua Pilar Penopang, Bukan Rival

Isu soal persaingan antara dua orang dekat Prabowo Subianto ramai jadi perbincangan. Tapi, benarkah begitu? Pengamat geopolitik Anton Permana punya pandangan lain.

Dalam sebuah podcast yang diunggah Sabtu lalu, Anton membantah keras rumor yang menyebut Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin saling bersaing. Menurutnya, anggapan itu sama sekali meleset.

Pembicaraan ini muncul setelah Refly Harun, sang host, melempar candaan.

“Gimana anda melihat ketika ada rumor yang mengaitkan wing kanan dan wing kiri itu ada satu Sjafrie Sjamsoeddin dan yang kedua Don Dasco. Jadi apakah Sjafrie tukang cuci piring dan satunya lagi tukang beli piring,” seloroh Refly.

Anton tak sepakat dengan analogi itu. Justru, dia melihat keduanya sebagai satu kesatuan kekuatan.

“Saya mungkin berbeda dengan pandangan, ini justru dua kekuatan yang sangat besar, dua kekuatan penopang utama dengan tupoksi yang berbeda, bukan bersaing. Dua ini ibarat rel kereta api dengan tujuan yang sama,” ucap Anton.

Jadi, di mana letak perannya? Anton menjelaskan, pembagiannya cukup jelas. Dasco lebih banyak bergerak di wilayah politik dan urusan sipil. Sementara Sjafrie fokus pada ranah pertahanan.

Memang, kadang ada tumpang tindih kecil. Misalnya, Sjafrie yang kini juga menangani pemberantasan illegal mining. Tapi secara garis besar, porsinya beda.

“Ini hanya tektek aja. Mungkin di saat sekarang Pak Sjafrie dalam hal pemberantasan illegal mining. Tapi dalam hal komunikasi politik, masalah kebijakan-kebijakan (ada di) Dasco. Saya lihat ini dua kekuatan yang besar,” pungkasnya.

Intinya, Anton menegaskan mereka bukan rival. Mereka adalah dua pilar yang saling menguatkan untuk mendukung pemerintahan saat ini. Persaingan? Itu cuma isu yang mengambang, katanya, tanpa dasar yang kuat.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar