Pelatih tunggal putra Pelatnas PBSI, Indra Widjaja, memasang target ambisius agar anak asuhnya, terutama Alwi Farhan, dapat menembus BWF World Tour Finals 2026. Target tersebut ditegaskan tidak lama setelah turnamen Australia Open 2026 berakhir pekan lalu.
Kemenangan di Australia Open 2026 membawa Alwi Farhan bertengger di puncak klasemen Race to World Tour Finals. Dengan posisi tersebut, peluang pebulu tangkis berusia 21 tahun itu untuk lolos ke ajang puncak akhir tahun dinilai sangat besar.
“Untuk Alwi, dari awal tahun target saya itu, ‘Wi, kami mau kamu akhir tahun ke WTF nih,’ saya bilang begitu. Targetnya ke sana,” ujar Indra di Pelatnas PBSI, Jakarta, Minggu (21/6/2026).
“Sampai bulan ini, sampai sekarang ya, treknya masih bagus sekali. Itu perlu konsisten, masih banyak lagi pertandingan. Jadi salah satu target untuk Alwi di WTF,” lanjutnya.
Menurut Indra, performa Alwi sepanjang musim ini menunjukkan perkembangan positif. Selain merebut gelar Australia Open 2026, pemain kelahiran 2005 itu juga mengawali tahun dengan menjadi juara Indonesia Masters 2026.
Meski demikian, Indra mengingatkan bahwa perjalanan menuju World Tour Finals 2026 masih panjang. Sejumlah turnamen penting masih harus dilalui Alwi untuk mengamankan posisinya di delapan besar klasemen Race to World Tour Finals hingga akhir tahun.
BWF World Tour Finals 2026 dijadwalkan berlangsung di Hangzhou, China, pada 9 hingga 13 Desember. Sejauh ini, Alwi belum pernah sekalipun lolos ke ajang bergengsi tersebut.
Prestasi terbaik Alwi saat ini adalah merebut gelar juara di level Super 500. Untuk mencapai target yang lebih tinggi, seperti juara di turnamen level Super 750 hingga Super 1000, Indra meminta anak asuhnya untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru.
“Ya pelan-pelan, bagi saya proses dan progres anak-anak ini on the track gitu ya. Masalah target di (Super) 750, 1000, turnamen yang lebih besar pasti kami tujuan ke sana,” kata Indra.
“Tapi balik lagi bukan jadi satu apa ya, satu beban yang berlebihan gitu ya, harus juara di sini (Super 750 dan 1000),” tandasnya.
Artikel Terkait
Pelatih Pantai Gading Kecam Kurangnya Fair Play Jerman Usai Kekalahan 2-1 di Piala Dunia
Ali Faathir Rayhan dan Devin Wahyudi Fokus Jaga Kondisi Jelang Final Macau Open 2026
Ekuador dan Curacao Imbang Tanpa Gol, Jerman Kokoh di Puncak Grup E Piala Dunia 2026
Persaingan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi, David, dan Undav Memimpin dengan Tiga Gol