Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeluarkan peringatan keras bahwa Rusia tengah mempersiapkan serangan besar-besaran dalam waktu dekat. Ia meminta seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap peringatan serangan udara yang dikeluarkan otoritas militer.
Dalam pidato malamnya pada Sabtu, Zelensky menegaskan bahwa ancaman serangan baru dari Moskow harus diantisipasi secara serius. “Malam ini dan dalam waktu dekat, kita harus memberikan perhatian khusus terhadap peringatan serangan udara. Rusia telah menyiapkan serangan besar yang baru,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pasukan Rusia terus melancarkan serangan di berbagai wilayah Ukraina yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil.
Di sisi lain, Zelensky mengklaim bahwa pasukan Ukraina berhasil melancarkan serangan efektif terhadap sebuah kilang minyak di wilayah Tyumen, Rusia. Ia juga menuding Belarus semakin terlibat dalam konflik dengan memberikan dukungan operasional kepada Rusia. Menurutnya, terdapat peralatan pengulang sinyal yang ditempatkan di dekat perbatasan dan digunakan untuk membantu mengarahkan serangan drone Rusia ke wilayah Ukraina.
“Belarus masih memiliki waktu untuk membongkar peralatan tersebut,” kata Zelensky. Ia juga menyoroti lonjakan pengiriman bahan bakar dari Belarus ke Rusia. Ekspor bensin Belarus ke Rusia meningkat 13 kali lipat pada periode Januari hingga Mei dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sementara ekspor solar meningkat tiga kali lipat. Dukungan logistik dan industri dari Belarus, menurut Zelensky, memperkuat posisi Rusia dalam konflik yang masih berlangsung.
Sebelumnya pada Jumat, Zelensky telah memperingatkan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko agar mencabut peralatan yang diduga mendukung operasi militer Rusia di dekat perbatasan Ukraina. Ia menegaskan bahwa Ukraina dapat mengambil tindakan untuk menghancurkan peralatan tersebut apabila tidak segera dipindahkan.
Sementara itu, ketegangan di medan perang terus meningkat. Sejumlah wilayah Ukraina kembali menjadi sasaran serangan Rusia pada Sabtu. Gubernur Wilayah Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, melaporkan bahwa serangan bom luncur Rusia terhadap Kota Zaporizhzhia menewaskan lima orang dan melukai 10 lainnya. Kota tersebut mengalami sembilan kali serangan yang merusak sejumlah bangunan permukiman dan infrastruktur.
Di wilayah Sumy yang berbatasan langsung dengan Rusia, seorang warga dilaporkan tewas akibat serangan bom di pinggiran kota. Gubernur Kherson, Oleksandr Prokudin, juga menyampaikan bahwa satu orang meninggal dunia dalam serangan drone di sebuah desa di wilayah tersebut. Pejabat setempat menambahkan bahwa tiga anak mengalami luka-luka akibat serangan yang menghantam Kota Poltava di Ukraina tengah.
Artikel Terkait
Jepang Hancurkan Tunisia 4-0, Kokoh di Papan Atas Grup F Piala Dunia 2026
Humas KLH Ditekankan untuk Bangun Koneksi dengan Publik Lewat Konten Media Sosial, Bukan Sekadar Viral
Hubungan Trump-Meloni Retak Setelah Klaim ‘Memohon Foto’ yang Dibantah Keras oleh Italia
Turkiye Ekspor Kapal Perang ke Rumania, Sejarah Baru ke Negara NATO dan Uni Eropa