285 Jiwa Terdampak Gempa Magnitudo 6,7 di Parigi Moutong, Ratusan Rumah Rusak

- Minggu, 21 Juni 2026 | 14:15 WIB
285 Jiwa Terdampak Gempa Magnitudo 6,7 di Parigi Moutong, Ratusan Rumah Rusak

Sebanyak 285 jiwa atau 91 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tercatat sebagai korban terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tersebut. Data itu dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat berdasarkan hasil asesmen lapangan yang telah dilakukan.

Pelaksana tugas Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, menyatakan bahwa para korban terdampak tersebar di 19 desa yang berada di tujuh kecamatan. "285 jiwa terdampak bencana tersebar di 19 desa tujuh kecamatan," ujarnya saat dihubungi dari Palu, Minggu, 21 Juni 2026. Ia menambahkan bahwa data tersebut telah melalui proses verifikasi di lapangan dan segera dikunci sebelum dilaporkan ke BPBD Sulawesi Tengah untuk ditindaklanjuti.

Gempa yang terjadi pada Selasa, 16 Juni itu, tidak hanya berdampak pada warga, tetapi juga merusak sejumlah infrastruktur. Berdasarkan catatan BPBD, sebanyak 87 unit rumah mengalami kerusakan dengan rincian 83 unit rusak ringan, tiga unit rusak sedang, dan satu unit rusak berat. Selain itu, dua kantor pemerintahan turut terdampak, begitu pula satu masjid, satu gereja, satu sekolah, serta dua unit pura.

Dampak gempa juga meluas ke sektor fasilitas umum. "Lima fasilitas kesehatan juga mengalami kerusakan, tiga bangunan rusak ringan dan dua bangunan lainnya rusak sedang," kata Moh Rivai. Meski demikian, pada masa tanggap darurat yang berlangsung sejak 17 hingga 23 Juni 2026, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah mengambil langkah percepatan penanganan.

Langkah tersebut mencakup asesmen lapangan dan penyaluran bantuan kebencanaan berupa logistik pangan serta kebutuhan mendesak lainnya. "Bantuan sudah kami salurkan semua kepada korban gempa sebanyak 100 paket, 25 paket di antaranya dari BPBD dan 75 paket dari Dinas Sosial. Bantuan itu diberikan guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," ucapnya.

Menariknya, pada masa tanggap darurat kali ini, Pemkab Parigi Moutong tidak membuka posko kesehatan khusus. Sebagai gantinya, pemerintah memaksimalkan peran puskesmas yang berada di sekitar wilayah terdampak untuk melayani warga yang membutuhkan pertolongan medis.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Sigi melaporkan situasi yang lebih parah. Hingga Sabtu, 20 Juni 2026, jumlah rumah rusak akibat gempa di daerah tersebut mencapai 2.335 unit. Rinciannya, 1.955 unit mengalami rusak ringan, 226 unit rusak sedang, dan 154 unit rusak berat. Total korban terdampak mencapai 8.586 jiwa atau 2.775 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, tercatat 17 orang mengalami luka berat, 108 orang luka ringan, dan tiga warga dilaporkan meninggal dunia.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar