SMAN 5 Makassar Juara LCC Empat Pilar MPR Tingkat Sulsel, Siap Berlaga di Nasional

- Minggu, 21 Juni 2026 | 12:40 WIB
SMAN 5 Makassar Juara LCC Empat Pilar MPR Tingkat Sulsel, Siap Berlaga di Nasional

Kemenangan di ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia tingkat Provinsi Sulawesi Selatan berhasil diraih oleh Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Makassar. Prestasi ini sekaligus mengantarkan mereka sebagai wakil daerah untuk berlaga di kancah nasional yang akan digelar di Jakarta.

Pada babak penyisihan, sembilan sekolah yang berkompetisi menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menjawab pertanyaan seputar wawasan kebangsaan, sejarah ketatanegaraan, hingga implementasi nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari. Babak penyisihan pertama diikuti oleh SMAN 2 Toraja Utara dengan perolehan 40 poin, UPT SMAN 11 Pangkajene dan Kepulauan dengan 50 poin, serta SMAN 21 Makassar yang unggul sementara dengan 95 poin.

Sementara itu, pada babak penyisihan kedua, SMAN 1 Bulukumba mengumpulkan 65 poin, SMAN 3 Takalar meraih 60 poin, dan SMAN 5 Makassar tampil dominan dengan torehan 115 poin. Babak penyisihan ketiga kemudian mempertemukan SMAN 17 Makassar dengan 65 poin, SMKN 5 Enrekang dengan 45 poin, dan SMAN 1 Maros yang mencatatkan 110 poin.

Tiga sekolah dengan skor tertinggi dari masing-masing babak, yakni SMAN 21 Makassar, SMAN 5 Makassar, dan SMAN 1 Maros, akhirnya melaju ke babak final. Hasil akhir menempatkan SMAN 5 Makassar sebagai juara setelah mengumpulkan 130 poin, disusul SMAN 1 Maros dengan 110 poin, dan SMAN 21 Makassar dengan 95 poin.

Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, secara resmi mengumumkan kemenangan tersebut. Dalam keterangan tertulis yang diterima pada Minggu, 21 Juni 2026, ia menyatakan bahwa SMAN 5 Makassar berhak melaju ke tingkat nasional.

“Grup A dari SMAN 21 Makassar dengan total poin sebesar 95, Grup B dari SMAN 5 Makassar memperoleh poin 130, dan Grup C dari SMAN 1 Maros memperoleh poin sebesar 110. Dengan demikian, Grup B dari SMAN 5 Makassar sebagai pemenang babak final LCC Empat Pilar MPR RI Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026, dan berhak melanjutkan ke tingkat nasional,” jelasnya.

Siti Fauziah turut menyampaikan selamat kepada para pemenang serta memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping, dan pihak sekolah yang telah mendukung jalannya kompetisi. “Selamat kepada para pemenang. Terus belajar dengan lebih rajin karena akan bertanding dengan 37 provinsi lainnya di Jakarta nanti. Semoga bisa mengharumkan nama Sulawesi Selatan di tingkat nasional,” ucapnya.

Di balik kemenangan tersebut, terdapat kisah perjuangan dari anggota tim. Zyzy Prizilia, salah satu anggota tim SMAN 5 Makassar, menceritakan tantangan yang dihadapinya selama persiapan. Sebagai anggota pengganti, ia harus mengejar ketertinggalan materi yang telah dikuasai rekan-rekannya.

“Saya adalah pengganti salah satu teman dari tim sebelumnya. Tantangan terbesar saya adalah mengejar materi-materi yang sudah dipelajari oleh teman-teman lainnya karena jumlah materinya cukup banyak,” jelasnya.

Menurut Zyzy, kunci utama dalam persiapan adalah latihan rutin melalui pengerjaan soal, pendalaman materi tematik, dan simulasi babak rebutan. “Kami melakukan latihan secara rutin sesuai jadwal dan tempat yang telah ditentukan. Kalau untuk persiapan di tingkat nasional nanti tentu harus lebih ketat dan lebih ekstra lagi dalam menguasai materi-materi terkait Empat Pilar,” imbuhnya.

Meskipun tantangan semakin berat, semangat tim tidak surut. Zyzy menegaskan komitmen mereka untuk meraih prestasi terbaik dan saling menjaga motivasi. “Harapan kami tentu ingin selalu menjadi juara dan semoga doa-doa kami dilangitkan oleh Yang Maha Kuasa,” katanya.

Guru Pembina SMAN 5 Makassar, Suharini Nasir, menjelaskan bahwa proses pembinaan dimulai sejak seleksi tingkat kota. Antusiasme siswa yang tinggi menjadi modal utama dalam membentuk tim terbaik. “Setelah LCC sebelumnya, antusiasme siswa sangat tinggi. Untuk mendapatkan 10 peserta terbaik, kami melakukan seleksi dari sekitar 100 siswa yang mengikuti proses penjaringan,” jelasnya.

Suhartini mengakui bahwa penyesuaian jadwal latihan dengan aktivitas akademik peserta menjadi tantangan terbesar. “Tantangan terbesar adalah menyelaraskan jadwal anak-anak karena mereka berasal dari kelas yang berbeda-beda dan tetap memiliki tanggung jawab utama untuk belajar,” katanya.

Menjaga motivasi peserta menjadi perhatian utamanya selama masa persiapan. Ia berupaya membangun suasana positif dan menekankan pentingnya menikmati proses, sementara hasil dianggap sebagai bonus. “Menurut saya, tematik adalah gong-nya LCC karena di situlah kemampuan peserta untuk memahami dan mereduksi berbagai persoalan bangsa benar-benar diuji,” jelasnya.

Dengan pengalaman terhenti di babak semifinal pada kompetisi sebelumnya, SMAN 5 Makassar berencana meningkatkan durasi pembinaan dan karantina untuk persiapan maksimal. Suhartini berharap partisipasi sekolah dalam LCC Empat Pilar tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga membentuk karakter generasi muda. “Saya berharap anak-anak bisa menjadi teladan, minimal untuk dirinya sendiri dan lingkungan terdekatnya. Mereka harus memahami bahwa kebijakan-kebijakan MPR menyentuh banyak aspek kehidupan dan dapat memperkuat mentalitas generasi muda,” imbuhnya.

Selain pengumuman pemenang utama, ajang ini juga memberikan Apresiasi Yel-yel Terbaik kepada tiga sekolah, yaitu UPT SMAN 11 Pangkajene dan Kepulauan, SMAN 5 Makassar, dan SMAN 1 Maros.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar