Kepercayaannya itu membuatnya yakin jawaban LISA valid. Artinya, Joko Widodo memang tidak tercatat sebagai lulusan di almamaternya itu. Roy sendiri adalah alumni FISIPOL dan Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UGM.
Di sisi lain, ada fakta menarik. Saat ini LISA sedang tidak bisa diakses. Katanya lagi dalam perbaikan. Nah, ini yang bikin Roy curiga. Kalau nanti jawabannya berubah total dan menyatakan Jokowi lulusan UGM, padahal faktanya tidak, maka masalahnya bisa berbalik ke pengembangnya. Bisa kena pasal UU ITE.
Roy menduga, siapapun yang mengedit output LISA untuk menciptakan narasi berbeda bisa terjerat hukum. Itu dianggap pemalsuan informasi elektronik.
Dari semua ini, Roy merasa posisinya makin kuat. Pernyataan LISA, ditambah penelitian ilmiah yang ia lakukan bersama Tifauziyah Tyassuma dan Rismon Hasiholan Sianipar, seolah mengonfirmasi hal yang sama: ijazah S1 Kehutanan itu palsu.
Tapi sebenarnya solusinya sederhana. Menurut Roy, kalau hasil kajiannya salah dan Jokowi memang punya ijazah asli, ya tunjukkan saja. Seperti yang dilakukan pejabat lain.
Ia memberi contoh hakim MK Arsul Sani atau bahkan Barack Obama dengan akta kelahirannya. Tanpa perlu bayar pengacara atau main preman. Cukup tunjukkan buktinya, selesai. Tapi itulah, masalahnya justru berlarut-larut dan korban terus berjatuhan.
Artikel Terkait
Fahri Sindir Anies: Gagasan Global South Itu Omongan Pak Prabowo yang Sudah Lama
Jepang Bubarkan Parlemen, Warganet Indonesia: Kapan Giliran Kita?
Warga Wamena Keluhkan BBM Rp25 Ribu, Respons Santai Gibran Tuai Sorotan
Rustam Effendi Buka Suara: Eggi Sudjana Bisa Sewaktu-waktu Balik Badan