Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan agar desa-desa di wilayahnya fokus menjaga tiga aspek utama: sumber energi, sumber pangan, dan sumber spiritualitas. Usulan ini disampaikan dalam acara Optimalisasi Jaksa Garda Desa dalam Mendukung Program Prioritas Nasional sekaligus Pengukuhan DPC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Sumedang, di GOR Tadjimalela, Kamis (25/6/2026).
Menurut Dedi, ketiga pilar itu menjadi kunci ketahanan desa menghadapi berbagai tantangan, termasuk krisis ekonomi dan perubahan zaman. Ia menekankan pentingnya menjaga sumber daya alam seperti mata air, pohon tua, hutan, sungai, hingga muara.
"Selama gunung dan laut masih ada, masyarakat desa akan tetap ada," ujarnya dalam pidato yang dikutip dari Kompas.com, Minggu (28/6/2026).
Dedi menegaskan, masyarakat desa telah terbukti mampu bertahan sejak masa kolonial hingga pendudukan Jepang. Karena itu, keberlanjutan sumber daya alam harus menjadi prioritas. Ia juga berharap desa bisa menjadi pemegang saham dalam pengelolaan hasil tambang.
Transformasi pembangunan desa, kata Dedi, akan dimulai dari Jawa Barat sebagai model penguatan desa di Indonesia. Ia mencontohkan banyak kepala desa di masa lalu yang berhasil membangun wilayahnya meski dengan keterbatasan pendidikan, tanpa dana desa maupun honorarium seperti sekarang.
Pada kesempatan yang sama, Dedi juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) agar bantuan pendidikan tepat sasaran. Ia mendukung penguatan program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) sebagai instrumen pengawasan dan pendampingan pembangunan desa.
"Dengan adanya Jaksa Jaga Desa, pengawasan akan semakin kuat sehingga program-program pemerintah bisa tepat sasaran," tandas Dedi Mulyadi.
Artikel Terkait
Kakak Korban Penyekapan di Bandung Tolak Permintaan Maaf Taufik Hidayat
FIFA Tolak Permintaan Iran dan Mesir, Bendera Pelangi Tetap Boleh di Piala Dunia 2026
Dokter Korban Intimidasi Anggota DPRD TTu Ditemukan Tewas Gantung Diri
Korban Meninggal dalam Latihan Militer Calon Manajer KDMP Bertambah Jadi 5 Orang