“Jalan-jalan di Jawa Barat semakin baik, lebih lebar, dilengkapi trotoar, taman, penerangan jalan umum, drainase, hingga CCTV. Ini bukan karya pribadi, tetapi hasil kontribusi seluruh masyarakat Jawa Barat yang taat membayar pajak kendaraan,” katanya.
Ia menegaskan, penerimaan pajak yang terjaga memberi ruang bagi pemerintah untuk terus membangun. “Dalam kondisi apa pun, tahun 2026 kita akan terus membangun Jawa Barat,” ujarnya penuh semangat.
Tapi, ada juga pesan tegas yang diselipkan. Dedi menyentil para pemilik kendaraan mewah yang masih menunggak pajak. Sindirannya cukup pedas, disampaikan lewat video di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71.
“Jangan sampai motornya bagus, mobilnya bagus, gagah di jalan raya, tapi enggak mau bayar pajak. Malu dong,” ucapnya.
Ia mengingatkan, kewajiban membayar pajak adalah bentuk tanggung jawab bersama. Pajak yang dibayar tepat waktu, katanya, akan kembali lagi ke masyarakat dalam wujud pembangunan. Ia pun berharap, warga yang belum mampu membayar segera diberi kelancaran rezeki.
Terakhir, Dedi memastikan seluruh layanan pemerintah, termasuk Samsat, telah beroperasi normal sejak awal tahun ini. Jadi, bagi yang mau membayar atau melunasi tunggakan, silakan datang. Semua sudah siap melayani.
Artikel Terkait
Kritik Pedagang Telur Picu Gubernur Jabar Wajibkan Transparansi Anggaran di Medsos
Malam Tahun Baru Berdarah: Peluru Nyasar Lukai Mata Balita di Medan
Merah, Reuni, dan Harapan: Mengulik Makna di Balik Ritual Imlek 2026
Dedi Mulyadi Bantah Isu Telat Gaji, Ungkap Penyebab Gaji ASN Jabar Menyusut