Pandu Satrio Perkasa Raih Gelar Juara Umum 76 Indonesian Downhill 2025
Kejuaraan balap sepeda gunung disiplin downhill, 76 Indonesian Downhill (IDH), telah mengakhiri musim 2025 dengan sukses di Klemuk Bike Park, Batu, Jawa Timur. Acara penutup yang digelar pada akhir Oktober ini menampilkan aksi spektakuler dari para atlet downhill terbaik Indonesia, menutup rangkaian tiga seri kejuaraan yang sebelumnya digelar di Ternadi Bike Park, Kudus, dan Klangon Bike Park, Yogyakarta.
Kemenangan Fenomenal Debutan Muda di Kelas Men Elite
Pandu Satrio Perkasa dari Sego Anget Racing Team (SART) mencatatkan sejarah dengan merebut gelar Juara Umum 76 Indonesian Downhill 2025 di kelas utama Men Elite. Pencapaian ini luar biasa mengingat ini adalah tahun pertama Pandu, yang masih berusia 19 tahun, berlaga di kelas elite. Dengan total 473 poin, atlet muda asal Batu, Malang ini berhasil menyisihkan deretan rider senior yang lebih berpengalaman.
Konsistensi performa Pandu terbukti sejak sesi kualifikasi dimana ia mencatat waktu tercepat. Di final run, ia kembali mendominasi dengan mencatat waktu 2 menit 05.783 detik, mengungguli Rendy Varera Sanjaya di posisi kedua (2:08.881) dan Dois Audy Fikriansyah di posisi ketiga (2:09.854).
Strategi dan Perjuangan di Balik Kemenangan
"Downhill bukan cuma soal keberanian, tapi juga tentang mengenali batas diri dan membaca medan. Di situlah seni sesungguhnya dari balapan ini," ujar Pandu usai naik podium. Prestasi ini semakin istimewa karena dicapai dalam kondisi trek basah akibat hujan yang terus mengguyur Bukit Klemuk selama dua hari lomba.
Dengan kemenangan ini, Pandu berhasil menggeser Pahraz Salman Alparisi (Ganas Madu Team) yang berada di peringkat kedua dengan 400 poin, sementara Dois Audy Fikriansyah (Spartan Racing Team) menempati posisi ketiga dengan 354 poin.
Dominasi Riska Amelia di Kelas Women Elite
Di kelas Women Elite, Riska Amelia Agustina berhasil mengamankan gelar Juara Umum dengan koleksi 535 poin. Meski di seri penutup ini ia finish kedua dengan waktu 2:19.933 detik, konsistensi di seri sebelumnya membuatnya tak tergoyahkan di puncak klasemen.
"Saya puas banget dengan hasil ini. Kemenangan ini juga saya persembahkan untuk diri saya sendiri, keluarga, tim, dan partner yang selalu dukung dari awal," ujar rider Marin Astri Indo Racing ini. Ayu Triya Andriana (Polair DH Team Wiucycling) menempati peringkat kedua dengan 455 poin, disusul Nilna Murni Ningtias (Spartan Racing Team) di posisi ketiga dengan 335 poin.
Kelas Men Junior dan Masa Depan Kompetisi
Dimas Aradhana, atlet muda andalan 76 Rider DH Squad, tampil sebagai juara di kelas Men Junior dengan 455 poin, diikuti Fajar Abdul Rahman (Spartan Racing Team) dengan 395 poin, dan Nazwa Agazani (Ganas Madu Team) dengan 305 poin.
Agnes C. Wuisan dari penyelenggara 76 Rider menyampaikan apresiasi atas peningkatan kualitas kompetisi sepanjang musim 2025. "Musim ini benar-benar kompetitif dari seri pertama sampai terakhir. Bahkan banyak kejutan terjadi, seperti di kelas Men Elite dimana Pandu yang berstatus rookie justru keluar sebagai juara umum."
Untuk musim depan, 76 Rider berkomitmen meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan membuka kesempatan lebih besar bagi peserta internasional. "Harapannya, industri downhill Indonesia akan terus berkembang, atletnya makin kompetitif, dan prestasi di level internasional ikut meningkat," tutup Agnes.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares