Kekhawatiran menyelimuti Feyenoord setelah bek sayap andalannya, Jordan Bos, mengalami cedera lutut parah saat membela tim nasional Australia dalam laga babak gugur melawan Mesir. Bos terkapar di lapangan setelah ditekel meluncur yang menghantam kaki penopangnya.
Sebelum insiden tersebut, pemain berusia 22 tahun itu tampil gemilang sejak menit awal. Ia nyaris membawa Australia unggul melalui skema serangan cepat, tetapi upayanya digagalkan oleh tekel krusial bek Mesir, Rami Rabia, tepat saat ia bersiap menembak.
Tak lama setelah peluang emas itu gagal, gawang Australia justru kebobolan. Berawal dari tendangan bebas Mesir yang tidak mampu dihalau sempurna lini pertahanan Australia, bola liar disambut Emam Ashour dan dikonversi menjadi gol pembuka. Gol itu membuat Mesir semakin mendominasi, sementara Australia terus tertekan. Situasi semakin memburuk bagi Australia menjelang akhir babak pertama akibat cedera Bos.
Cedera terjadi ketika Bos dengan cerdik mempertahankan bola dan melewati Mostafa Zizo. Rami Rabia kembali melakukan tekel meluncur agresif untuk menghentikannya. Bos jatuh dalam posisi tidak menguntungkan dan langsung terkapar kesakitan. Tayangan ulang menunjukkan bek Mesir meluncur mengenai kaki Bos yang sedang tertanam di tanah.
Benturan keras itu langsung mengenai lutut pemain Australia tersebut hingga ia spontan memegangi kakinya. Tim medis segera turun ke lapangan memberikan pertolongan pertama. Bos tidak dapat melanjutkan pertandingan dan harus dipapah melewati terowongan bawah tanah. Kini, kubu Feyenoord berharap cedera sang bek sayap tidak separah dugaan awal.