PSM Makassar Hadapi Bali United dengan Tekanan Degradasi, Laga Jadi Penentu Nasib di Liga 2025/2026

- Senin, 27 April 2026 | 12:30 WIB
PSM Makassar Hadapi Bali United dengan Tekanan Degradasi, Laga Jadi Penentu Nasib di Liga 2025/2026

MAKASSAR Laga Bali United kontra PSM Makassar di pekan ke-30 Super League musim 2025/2026 ini, ya, bukan sekadar pertandingan biasa. Jelas bukan. Ada cerita besar di baliknya tentang bagaimana mereka bertahan di tengah jadwal yang padat, tekanan klasemen yang mencekik, dan kondisi tim yang nggak seratus persen ideal. Semua itu dipertaruhkan hingga detik terakhir.

PSM datang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta dengan beban yang berat banget. Duduk di peringkat ke-14 dengan 31 poin, setiap laga yang tersisa terasa seperti partai final. Ancaman degradasi? Masih menghantui. Jarak dengan zona merah belum aman, jadi nggak ada celah buat salah langkah. Sekecil apa pun kesalahan, bisa berakibat fatal.

Di sisi lain, Bali United berada di posisi yang lebih nyaman. Main di kandang sendiri meski tanpa dukungan penuh suporter seperti biasanya mereka tetap jadi lawan yang menakutkan. Produktivitas gol tinggi, kepercayaan diri lagi memuncak. Itu semua modal besar buat Serdadu Tridatu.

Pelatih sementara PSM, Ahmad Amiruddin, sadar betul tantangan yang menanti. Ia nggak menutup mata soal kualitas lawan, terutama dalam hal menyerang.

“Kita sama-sama tahu Bali dalam kepercayaan diri yang tinggi… Itu sinyal buat kami, secara attacking Bali punya kualitas dan itu yang harus kami antisipasi,” ujarnya.

Tapi di balik kewaspadaan itu, ada juga optimisme. Kemenangan 3-1 atas Persik Kediri di laga sebelumnya jadi suntikan moral yang besar. Momentum itu ingin dipertahankan, bahkan ditingkatkan meski kondisi skuad belum ideal.

“Ini yang coba kami jaga situasinya. Semoga dengan bermain maksimal, kami bisa memperbaiki posisi di klasemen,” lanjutnya.

Masalah terbesar PSM sekarang bukan cuma lawan, tapi juga kondisi internal. Cedera dan kebugaran pemain terus membayangi. Amiruddin pun realistis dalam menentukan siapa yang akan diturunkan.

“Pada prinsipnya persiapan kurang ideal, ada beberapa pemain yang tidak bisa tampil besok, tapi kami tidak bisa menyampaikan. Nanti dilihat saja kalau DSP-nya sudah keluar, kalau mereka tidak ada di DSP berarti berhalangan hadir mungkin karena sakit atau cedera,” jelasnya.

Di tengah semua itu, kabar baik datang: Dusan Lagator dan Syahrul Lasinari kembali. Keduanya berpotensi melengkapi lini belakang bersama Yuran Fernandes, Aloisio Soares, dan Victor Luiz. Komposisi yang memberi keseimbangan pengalaman, fisik, dan kemampuan membaca permainan.

Bukan cuma soal bertahan, kehadiran mereka juga berdampak ke lini tengah. Pemain kayak Ananda Raehan bisa kembali ke posisi naturalnya, memperkuat transisi dan menjaga ritme permainan.

Di lini depan, sorotan tertuju pada Alex Tanque. Striker asal Brasil itu datang dengan ambisi besar untuk mengakhiri puasa golnya. Meski belum mencetak gol dalam beberapa laga terakhir, ia tetap percaya diri.

“Ya, memang betul persiapan kami singkat dari game terakhir menuju ke game melawan Bali ini. Namun, kami sudah sempat istirahat, berlatih, dan juga melakukan perjalanan ke sini,” ujarnya.

Lebih dari itu, ia menegaskan laga ini punya nilai yang jauh lebih besar dari sekadar tiga poin.

“Saya percaya Bali adalah tim yang bagus, namun kita memiliki kepercayaan diri untuk memenangkan satu poin atau bahkan tiga poin. Untuk itu, kami harus bertarung besok dan melihat setiap pertandingan yang tersisa, terutama pertandingan ini karena seperti final,” ucapnya.

Pernyataan itu mencerminkan mentalitas yang sedang dibangun di skuad PSM setiap laga adalah kesempatan terakhir, setiap peluang harus dimaksimalkan.

Tapi Tanque juga nggak mau timnya terjebak pada asumsi bahwa absennya beberapa pemain Bali United bakal jadi keuntungan besar.

“Saya kira tidak terlalu penting siapa yang main. Saya lebih menekankan kepada tim kita harus main dengan baik. Karena siapa pun yang akan bermain di Bali, tidak akan membuat perubahan besar atau selisih besar dalam hal kualitas, karena Bali punya tim yang bagus,” tegasnya.

Pernyataan itu jadi pengingat: sepak bola bukan cuma soal siapa yang tampil, tapi bagaimana sebuah tim bermain sebagai satu kesatuan.

Pada akhirnya, laga ini bakal ditentukan oleh detail-detail kecil. Disiplin lini belakang. Efektivitas serangan. Kemampuan menjaga fokus sepanjang pertandingan. Dalam situasi tekanan tinggi kayak gini, mentalitas sering jadi pembeda utama.

Bagi PSM Makassar, ini bukan cuma soal menghadapi Bali United. Ini tentang bertahan di kasta tertinggi. Tentang menjaga harga diri. Dan tentang membuktikan bahwa mereka layak tetap berada di level ini.

Dan ketika peluit akhir berbunyi nanti, hasilnya bukan hanya akan tercatat sebagai angka di klasemen tapi juga sebagai cerminan seberapa besar mereka berjuang di tengah tekanan yang begitu nyata.

Laga kedua tim bisa disaksikan Senin, 27 April 2026 di Vidio dan Indosiar pukul 16.30 Wita atau 15.30 WIB.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar