PSM Makassar Kembalikan Duet Bek Andalan demi Akhiri Kutukan Tanpa Kemenangan Lawan Persik Kediri

- Kamis, 23 April 2026 | 15:30 WIB
PSM Makassar Kembalikan Duet Bek Andalan demi Akhiri Kutukan Tanpa Kemenangan Lawan Persik Kediri

MAKASSAR Kamis malam di Parepare, Stadion Gelora BJ Habibie, benar-benar terasa seperti panggung hidup-mati. Bukan cuma soal angka di klasemen, tapi juga harga diri. PSM Makassar, tim tuan rumah, punya beban berat: memutus rekor buruk yang sudah terlalu lama menghantui mereka.

Yang paling menarik perhatian? Kembalinya duet bek andalan. Yuran Fernandes dan Aloisio Neto. Dua nama ini sempat absen, dan lini belakang PSM seperti kehilangan nyawa. Kini, mereka kembali. Angin segar, kata orang-orang.

Yuran, yang juga kapten tim, diharapkan bisa memberi stabilitas. Aloisio di sampingnya, bukan sekadar pelengkap. Mereka harus jadi tembok yang kokoh. Soalnya, PSM punya catatan buruk melawan Persik dalam lima pertemuan terakhir, belum pernah menang. Bayangkan tekanannya.

Pelatih PSM ternyata tidak cuma pasang kuda-kuda bertahan. Dari susunan pemain yang diturunkan, kelihatan ada keberanian. Lini tengah tetap dikasih ruang untuk kreatif. Sayap-sayap cepat juga disiapkan. Ini bukan tim yang mau sekadar bertahan mati-matian.

Di depan, Alex de Aguiar Gomes jadi ujung tombak. Dia bukan striker biasa; gerakannya sering merepotkan bek lawan. Sheriddin Boboev di sayap, plus Rizky Eka Pratama yang siap menusuk dari sisi lain. Mereka bertiga bisa jadi mimpi buruk buat Persik.

Lini tengah? Diisi Daisuke Sakai, Gledson Paixao, dan Arfan. Kombinasi yang cukup seimbang: ada yang pintar ngatur bola, ada yang kerja keras. Mereka harus jadi jembatan antara pertahanan dan serangan. Kalau mereka mati, ya PSM ikut mati.

Di sisi lain, Persik Kediri datang dengan komposisi yang tak kalah solid. Mereka bukan tim yang bisa diremehkan. Jose Enrique Rodriguez di depan, Adrian Luna di sayap keduanya punya kemampuan eksplosif. Sekali lengah, gol bisa datang.

Al Hamra Hehanussa, kapten Persik, jadi pilar di lini belakang. Berduet dengan Muhamad Firli, mereka siap meredam serangan PSM. Sementara di tengah, Telmo Castanheira dan Imanol Garcia akan menjaga keseimbangan. Mereka bukan tipe pemain yang gampang kehilangan bola.

Kalau lihat komposisi kedua tim, pertandingan ini jelas bakal ketat. PSM punya keuntungan main di kandang, didukung suporter yang fanatik. Tapi Persik datang dengan kepercayaan diri tinggi. Rekor pertemuan mereka lebih baik, dan itu bukan sekadar angka.

Asisten pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, sempat bicara soal situasi ini. Katanya, timnya tidak akan menyerah.

“Kami tentu akan terus berupaya untuk bisa keluar dari masa-masa sulit ini. Evaluasi terus kami lakukan, motivasi juga kita berikan, agar para pemain bisa perform dan punya daya juang yang lebih keras lagi,” ujarnya.

Pernyataan itu menggambarkan sesuatu: laga ini bukan cuma soal taktik. Mentalitas juga main. PSM harus bisa mengatasi tekanan, jaga konsentrasi, dan manfaatkan setiap peluang. Gampang diucapkan, sulit dilakukan.

Kembalinya Yuran dan Aloisio bisa jadi faktor pembeda. Stabilitas di belakang, kata pelatih, akan memberi kepercayaan diri bagi lini tengah dan depan. Mereka bisa bermain lebih agresif tanpa takut kebobolan. Tapi ya, teori tinggal teori.

Namun begitu, satu hal yang tidak boleh dilupakan: rekor buruk tidak akan berubah hanya karena nama besar di atas kertas. Semua ditentukan di lapangan. 90 menit. Itu saja.

Bagi PSM, ini kesempatan untuk membalikkan keadaan. Memutus kutukan, menjauh dari zona degradasi, dan mengembalikan kepercayaan diri. Bagi Persik, ini peluang untuk mempertegas dominasi. Mereka juga ingin menjauh dari papan bawah.

Pertanyaannya sederhana: apakah kembalinya duet bek andalan cukup untuk mengubah nasib PSM? Atau justru Persik kembali menjadi mimpi buruk di Parepare?

Kita lihat saja.

PSM Makassar
Hilman Syah (Hilman Syah) Gk
Aloisio Soares Neto (Soares) Cb
Yuran Fernandes Rocha Lopes (Y. Fernandes) Cb (C)
Alex De Aguiar Gomes (Alex Tank) Cf
Daisuke Sakai (Daisuke) Cm
Sheriddin Boboev (Sheriddin) Rwf
Victor Luiz Prestes Filho (Victor Luiz) Lb
Muh. Rizky Eka Pratama (M. Rizky) Lwf
Gledson Paixao Da Silva (Gledson Paixao) Cm
Arfan (Arfan) Cm
Ananda Raehan Alief (Ananda R) Rb

Pemain Cadangan
M. Reza Arya Pratama (M. Reza) Gk
Resky Fandi Witriawan (Resky Fw) Cm
Savio Roberto Juliao Figueiredo (Savio) Cf
Ricky Pratama (Ricky) Cf
Rasyid Assahid Bakri (Rasyid B) Cm
Gala Pagamo (Gala) Cm
Kaka Amrullah Ronaldo Messi (Kaka) Cm
Muh. Dzaki Asraf Huwaidi (Dzaky Asraf) Cm
Achmat Fahrul Aditia (Fahrul Aditia) Cf
Akbar Tanjung (Akbar) Cm
Abdul Rahman (Abdul Rahman) Lm
Luka Cumic (Cumic) Cf

Persik Kediri
Leonardo Navacchio (Leo) Gk
Imanol Garcia Lugea (I. Garcia) Dm
Ernesto Gomez Muñoz (Ernesto G.) Rwf
Telmo Ferreira Castanheira (T. Castanheira) Cm
Al Hamra Hehanussa (H. Hehanussa) Cb (C)
I Gusti Made Rendy Sanjaya Putra (Kadek Rendy) Lb
Jose Enrique Rodriguez (Jose Enrique) Cf
Vava Mario Yagalo (Mario) Rb
Adrian Nicolas Luna Retamar (A. Luna) Lwf
Muhamad Firli (M. Firli) Cb
Rodrigo Da Silva Dias (Rodrigo) Cf

Pemain Cadangan
Husna Al Malik Riwani Saputra (Husna Al Malik) Gk
Jon Miquel Toral Harper (Jon Toral) Am
Krisna Bayu Otto Kartika (Bayu Otto) Am
Ady Eko Jayanto (Ady Eko) Cm
Syahrian Abimanyu (Abi) Cm
Henhen Herdiana (Henhen Herdiana) Rb
Moch. Supriyadi (Moch. Supriyadi) Rwf
Irkham Zahrul Mila (Irkham Mila) Lwf
Jesus Maria Meneses Sabater (Chechu) Cb
Rifqi Ray Farandi (Rifqi Ray)

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar