Wakil Wali Kota Surabaya Tantang PORDI Gelar Turnamen Domino Lebih Besar

- Selasa, 21 April 2026 | 06:00 WIB
Wakil Wali Kota Surabaya Tantang PORDI Gelar Turnamen Domino Lebih Besar
Berita Olahraga Pikiran

SURABAYA – Gelaran Surabaya Domino Tournament 2026 baru saja usai. Dan suksesnya luar biasa. Wakil Wali Kota Armuji sampai angkat bicara. Dia menantang HGI dan PB PORDI untuk bikin event yang jauh lebih masif lagi. Tantangan ini dilontarkan bukan tanpa alasan, melainkan karena dia melihat langsung geliat dan antusiasme yang luar biasa di ajang tersebut.

Bayangkan saja, turnamen skala nasional itu berhasil menarik 1.024 peserta. Mereka datang dari 17 provinsi berbeda, membentuk 512 pasangan yang siap bertanding. Total hadiahnya? Mencapai Rp200 juta. Bagi Armuji, angka-angka ini bukan sekadar statistik. Ini adalah indikator kuat bahwa domino sebagai cabang olahraga pikiran mulai menemukan posisinya, setara dengan catur atau bridge.

“Saya minta PORDI Jawa Timur untuk menyelenggarakan acara yang lebih besar dari event yang sekarang ini,” tegas Armuji, Minggu malam (19/4).

Nah, yang menarik dari turnamen ini adalah keseriusannya. Jangan bayangkan permainan domino yang biasa dimainkan di warung kopi. Di sini, semuanya diatur ketat. Registrasi berjalan tertib, pengecekan peserta dilakukan secara sistematis. Prinsip 4N 1T No Judi, No Alkohol, No Narkoba, No Smoking, dan Tertib Ibadah benar-benar ditegakkan. Atmosfernya lebih mirip kejuaraan olahraga resmi ketimbang ajang hura-hura.

Komitmen terhadap integritas ini juga ditegaskan oleh pucuk pimpinan PB PORDI.

“Domino di bawah PORDI bukan judi, melainkan ajang silaturahmi,” tegas Ketua Umum PB PORDI, Andi Jamaro Dulung.

Pendapat serupa datang dari Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil. Dia melihat potensi besar domino sebagai wadah prestasi yang belum sepenuhnya tergali.

“Ini adalah upaya untuk menampung dan menyalurkan bakat-bakat anak-anak kita. Bahkan saya pikir olahraga domino ini juga memerlukan kemampuan yang setara dengan olahraga seperti bridge atau catur,” jelas Nabil.

Di sisi lain, dampak acara ini ternyata merambah ke sektor lain. Sport tourism jadi salah satu yang diuntungkan. Dengan membludaknya peserta dari luar kota, hotel-hotel di sekitar lokasi acara penuh. UMKM lokal juga kebagian rezeki dari meningkatnya pengunjung. Jadi, manfaatnya tidak cuma untuk dunia olahraga saja.

Menurut Ray, salah satu perwakilan HGI, kesuksesan di Surabaya ini adalah bagian dari sebuah perjalanan panjang. Sebelumnya, mereka sudah sukses menggelar acara serupa di Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, dengan peserta mencapai 3.000 orang.

“Ini merupakan momen penting,” kata Ray. “Yang menandakan bahwa domino kini bukan sekadar permainan hiburan, tetapi telah berevolusi menjadi olahraga pikiran yang memiliki sistem, aturan, dan panggung kompetisi yang kredibel.”

Ray menambahkan, misi mereka untuk memasyarakatkan domino profesional masih panjang. “Melalui turnamen besar seperti hari ini, kami ingin menegaskan bahwa domino memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang sebagai olahraga yang kredibel dan layak mendapatkan pengakuan resmi,” pungkasnya.

Antusiasme warga Surabaya sendiri menunjukkan bahwa domino punya pasar yang kuat di Kota Pahlawan. Makanya, rencananya akan ada event lanjutan seperti HGI City Cup 2026 dan Surabaya Fest. Roda terus berputar. Usai dari Surabaya, tur nasional HGI bakal melanjutkan perjalanan ke dua kota besar: Padang di Sumatera Barat dan Bekasi di Jawa Barat. Tujuannya jelas, memperluas ekosistem dan mencari bibit-bibit atlet domino baru di tingkat nasional.

(wid)

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar