Veda Ega Pratama Gagal Finis di COTA, Tapi Tunjukkan Mental Juara

- Senin, 30 Maret 2026 | 16:30 WIB
Veda Ega Pratama Gagal Finis di COTA, Tapi Tunjukkan Mental Juara

Ia langsung meminta maaf kepada seluruh tim. Lalu berjanji untuk bangkit.

Sikap itu persis seperti yang dulu kita lihat dari Rossi muda. Agresif di lintasan, ya. Tapi juga cepat belajar, tidak takut gagal, dan punya kemampuan untuk melupakan kegagalan dengan segera. Legenda tidak lahir dalam semalam; mereka dibentuk dari jatuh-bangun seperti ini.

Dampak untuk klasemen jelas ada. Gagal finis membuat Veda melorot ke posisi ketujuh dengan 27 poin, tertinggal dari pemuncak klasemen Maximo Quiles.

Namun begitu, secara performa ia justru mengirimkan pesan yang keras: "Saya di sini bukan cuma untuk ikut-ikutan. Saya penantang."

Ada yang menarik soal kegagalan dalam balap. Anda bisa gagal karena lamban, tidak kompetitif. Tapi Anda juga bisa gagal karena terlalu berambisi, karena mendorong batas demi kemenangan. Veda jelas masuk kategori yang kedua.

Dan kalau kita tilik sejarah, hampir semua legenda MotoGP berasal dari kubu yang kedua.

Jadi, meski Austin adalah langkah mundur di papan angka, ini bisa jadi lompatan besar untuk kematangan Veda. Jalan masih sangat panjang.

Tapi jika ia bisa mengolah agresivitas liar itu menjadi konsistensi yang tajam, siapa yang tahu? Nama Veda Ega Pratama mungkin akan mengikuti jejak para pendahulu besar: sering terjatuh, lalu bangkit, dan akhirnya berdiri tegak di puncak.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar