Kuncinya ternyata ada pada penyesuaian kecil. Bezzecchi mengubah beberapa detail dalam gayanya berkendara. Hasilnya langsung terasa. “Sejak pagi saya merasa lebih baik, jadi saya berkata mungkin bisa mencoba bersaing,” ucapnya. Dan ternyata, dia bukan cuma bersaing, tapi menang.
Baginya, kemenangan di Brasil ini adalah salah satu momen terindah dalam karier. “Ini balapan yang luar biasa, saya sangat senang,” katanya penuh semangat.
Di sisi lain, balapan itu sendiri berlangsung dalam kondisi yang cukup ekstrem. Cuaca panas terik memaksa panitia mengambil keputusan drastis: jumlah lap dipangkas dari 31 menjadi hanya 23 lap demi keselamatan para pembalap.
Dengan tambahan 25 poin ini, Bezzecchi kini mengumpulkan 56 poin dan duduk di puncak klasemen sementara. Posisi Pedro Acosta, yang finis ketujuh, tergeser. Sementara juara bertahan Marc Marquez harus puas di posisi keempat, gagal naik podium dan semakin tertinggal di awal musim yang didominasi Bezzecchi ini.
Perjalanan belum berakhir. Tantangan berikutnya sudah menunggu: seri Amerika Serikat di Austin, Texas, pada akhir Maret. Di sanalah konsistensi Bezzecchi benar-benar akan diuji. Bisakah dia mempertahankan puncak? Kita lihat saja nanti.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Raih Podium Moto3 Brasil di Balapan Keduanya
Qarrar Firhand Raih Podium Kedua WSK Super Master Series di Tengah Perayaan Lebaran
Inter Milan Tersendat di Fiorentina, Keunggulan di Puncak Klasemen Serie A Menyusut
Haji Putra, dari Lintasan Balap hingga Donasi Ratusan Juta untuk Streamer