jelasnya. Kekalahan ini, tentu saja, di luar target. Leo memastikan akan ada proses evaluasi menyeluruh bersama pelatih usai turnamen. “Hasil yang belum maksimal pastinya, setelah ini kami akan evaluasi dengan pelatih,” tuturnya.
Nah, kalau kita lihat lebih detail, momen paling disayangkan justru terjadi di gim pembuka. Bagas Maulana menyoroti titik balik itu. Setelah sempat tertinggal jauh, mereka berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 19-19. Peluang emas itu sayangnya tak dirambah dengan baik.
“Tapi saya terburu-buru dan malah tiga kali melakukan kesalahan sendiri,”
akunya dengan jujur. Kesalahan di poin-poin krusial itulah yang akhirnya menggagalkan upaya mereka.
Gim kedua? Sayangnya, semangat mereka seolah ikut terjatuh. Setelah kehilangan gim pertama dengan cara yang menyesakkan, performa Leo/Bagas tampak merosot. Mereka kesulitan membangun perlawanan dan akhirnya hanya mampu mengumpulkan 10 poin sebelum pertandingan berakhir.
Kekalahan ini sekaligus menutup harapan Indonesia untuk menempatkan wakilnya di partai puncak Orleans Masters tahun ini. Sebuah akhir perjalanan yang pahit, yang harus segera dievaluasi sebelum bertanding lagi di ajang berikutnya.
Artikel Terkait
AC Milan Kalahkan Torino 3-2, Juventus Tertahan Imbang Sassuolo
Veda Ega Pratama Amankan Start Posisi Empat di Kualifikasi Moto3 Brasil
Herdman Umumkan Skuad FIFA Series, 14 Pemain Berbasis Eropa Dominasi
Veda Ega Pratama Start Posisi Empat Moto3 Brasil Usai Kualifikasi Berantakan