Di sektor pertahanan, Andy Robertson seperti kehilangan nyawa. Bek kiri andalan itu kehilangan energi dan ketajaman yang menjadi ciri khasnya. Penampilannya yang payah melawan Spurs membuat banyak orang berbisik: kontraknya mungkin tak perlu diperpanjang.
Lini serang pun tak lebih baik. Cody Gakpo seakan kehilangan sihirnya saat dipasang sebagai starter, produktivitasnya merosot. Sementara Federico Chiesa terlihat seperti tak punya tempat. Melawan Tottenham, dia cuma diberi kesempatan beberapa menit di akhir laga, sekedar usaha mencari gol penyelamat.
Di tengah lapangan, Alexis Mac Allister juga dapat kritik pedas.
Mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, dengan blak-blakan menyebut gelandang juara Piala Dunia itu sudah kehilangan kecepatan dan pengaruhnya di lapangan.
Lalu ada Joe Gomez, pemain yang paling lama mengabdi di skuad saat ini. Sayangnya, loyalitas tak dibarengi performa puncak. Penampilannya sebagai bek tengah melawan Tottenham dinilai jauh dari standar elite, mungkin efek dari riwayat cedera panjang yang menghantuinya.
Jadi, hasil imbang ini bukan sekadar satu pertandingan buruk. Ini adalah alarm peringatan. Tekanan sudah memuncak. Jika keadaan tak juga membaik, jangan heran kalau musim panas nanti Liverpool akan melakukan pembedahan besar-besaran. Anfield butuh perubahan, dan butuh segera.
Artikel Terkait
PSIS Incar Uji Coba Kontra PSM Makassar untuk Jaga Ritme Jelang Laga Penting
Elkan Baggott Kembali Dipanggil Timnas Indonesia di Era Pelatih John Herdman
Chris Waddle Peringatkan Cole Palmer: Pindah ke MU Berisiko Jadi Pemain Cadangan
PSM Serahkan Tampuk Kepelatihan pada Dua Putra Daerah di Tengah Tekanan Klasemen