Ia lalu mengenang semua momen berharga yang ia alami. Turnamen-turnamen besar, kebersamaan dengan rekan setim, dan dukungan luar biasa dari para suporter.
Puncaknya tentu saat mencapai final Euro 2020. Menurutnya, itu adalah pencapaian yang membanggakan.
Tapi tentu, perjalanan itu tak selalu mulus. Ada kenangan pahit yang tersimpan. Kekalahan memalukan dari Islandia di Euro 2016 masih jelas terngiang.
Meski begitu, ia optimis dengan masa depan timnas. Di bawah Southgate, ia merasa Inggris sedang menuju ke arah yang benar.
Secara statistik, ia menyumbang satu gol dan sepuluh assist. Gol tunggalnya lahir saat Inggris imbang 1-1 melawan Ukraina di kualifikasi Euro September 2023. Ia juga memegang rekor unik: pemain pria Inggris dengan penampilan terbanyak di Stadion Wembley baru, tepatnya 40 pertandingan.
Lalu, siapa yang akan mengisi kekosongan posisinya? Beberapa nama sudah mengantre. Trent Alexander-Arnold dan Reece James adalah kandidat utama. Tak ketinggalan, bakat muda seperti Tino Livramento dan Djed Spence juga menunggu peluang. Tantangan baru pun dimulai untuk Three Lions.
Artikel Terkait
Manchester United di Persimpangan: Carrick atau Luis Enrique untuk Kursi Pelatih Tetap?
Arsenal Pertimbangkan Pinjaman untuk Myles Lewis-Skelly Setelah Sepi Menit Bermain
Timnas Wanita Korea Utara Walk Out Saat Hadapi China di Piala Asia 2026
Ernando Ari Dikaitkan dengan Persija Jelang Kontrak Habis di Persebaya