Di sisi lain, rahasia kesuksesan mereka mungkin terletak pada program pembinaan usia mudanya. Korea Utara memang dikenal serius menanam bibit-bibit muda. Hasilnya, skuat yang dibawa ke turnamen ini pun didominasi wajah-wajah segar. Semua pemainnya konon masih di bawah 30 tahun. Sebuah komposisi yang sengaja dibangun untuk regenerasi jangka panjang.
Perjalanan mereka di turnamen ini sebenarnya cukup mulus sebelum drama terjadi. Di laga pembuka, Uzbekistan takluk 3-0. Lalu, Bangladesh juga dibantai dengan skor telak 5-0. Dua kemenangan itu jelas menempatkan mereka sebagai ancaman serius.
Tapi semua sorotan akhirnya tertuju ke satu momen: protes keras mereka terhadap wasit saat melawan China. Aksi itu, di tengah performa yang meyakinkan, tiba-tiba mengubah narasi. Kini, selain dianggap sebagai tim kuat, mereka juga membawa cerita kontroversial yang akan terus dibicarakan.
Artikel Terkait
Arsenal Pertimbangkan Pinjaman untuk Myles Lewis-Skelly Setelah Sepi Menit Bermain
Ernando Ari Dikaitkan dengan Persija Jelang Kontrak Habis di Persebaya
Posisi Juni Calafat di Real Madrid Terancam Usai 12 Tahun Berkontribusi
PSM Makassar Tunda Libur, Fokus Evaluasi Performa Jelang Jeda Kompetisi