Lalu, apa usulannya? Arnold punya ide. Ia mengusulkan penundaan yang cerdas. Menurutnya, FIFA bisa mengizinkan Suriname dan Bolivia tetap bertanding bulan ini. Namun, play-off finalnya baru digelar seminggu sebelum Piala Dunia dimulai. Dengan begitu, ada waktu untuk bernapas.
“Kalau menurut saya, penundaan dari FIFA akan memberi kami waktu mempersiapkan diri dengan layak,” ujar Arnold.
Ia juga melihat sisi lain. “Penundaan itu sekaligus memberi FIFA lebih banyak waktu untuk memutuskan langkah terkait Iran,” tambahnya.
Ada skenario lain yang ia bayangkan. “Jika Iran sampai menarik diri, kami yang akan lolos otomatis ke Piala Dunia. Lalu, Uni Emirat Arab yang kalah dari kami di kualifikasi bisa dapat kesempatan untuk bersiap hadapi Bolivia atau Suriname.”
Di akhir pernyataannya, Arnold memberi apresiasi. “Presiden federasi kami, Adnan Dirjal, sudah bekerja tanpa henti. Dia berusaha merencanakan segala cara untuk mewujudkan mimpi seluruh rakyat Irak. Karena itulah, kami butuh keputusan yang cepat dari FIFA.”
Artikel Terkait
Kyle Walker Resmi Pensiun dari Timnas Inggris Setelah 96 Caps
Manchester United di Persimpangan: Carrick atau Luis Enrique untuk Kursi Pelatih Tetap?
Arsenal Pertimbangkan Pinjaman untuk Myles Lewis-Skelly Setelah Sepi Menit Bermain
Timnas Wanita Korea Utara Walk Out Saat Hadapi China di Piala Asia 2026