Veda Ega Pratama Tembus Posisi Kelima pada Debut Moto3 di Thailand

- Senin, 09 Maret 2026 | 15:00 WIB
Veda Ega Pratama Tembus Posisi Kelima pada Debut Moto3 di Thailand

JAKARTA – Media balap Jerman heboh. Sorotan mereka kini tertuju pada seorang pembalap muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama, yang debutnya di Moto3 2026 benar-benar mengguncang. Tak tanggung-tanggung, Speedweek menjulukinya "Roket Moto3". Julukan itu, rupanya, punya alasan kuat.

Di seri pembuka di Sirkuit Buriram, Thailand, Veda bukan sekadar tampil. Dia meledak. Pembalap Gunungkidul ini langsung mencatatkan diri sebagai rookie terbaik sekaligus pembalap Honda tercepat di sana. Sejak kualifikasi, dia sudah bertengger di barisan depan dan pertarungan sengit berlanjut hingga balapan utama.

Menurut laporan Speedweek, julukan "Roket" muncul melihat aksinya yang berani. Di lap keenam, Veda sudah merangsek ke posisi tiga besar, mengejar ketat para pemimpin balap. Keberaniannya itu yang membuat media Jerman itu memberi perhatian khusus.

Samai Rekor Anak Didik Marquez

Pencapaiannya finis kelima di balapan perdananya ternyata bukan hal biasa. Statistik itu menempatkannya sejajar dengan Maximo Quiles, pembalap Spanyol yang merupakan anak didik Marc Marquez. Quiles, yang meraih Rookie of the Year 2025, juga finis kelima pada debutnya di Moto3 Amerika tahun lalu.

Kesamaan ini tentu menarik. Veda kini tak lagi dipandang sebagai pendatang biasa. Dia langsung diposisikan sebagai ancaman serius bagi Quiles dan juga David Almansa dalam perebutan gelar musim ini.

Kalau dirinci, performa Veda di Thailand memang solid. Dia start dari grid depan setelah mengunci posisi kelima di kualifikasi. Kecepatannya konsisten, dengan catatan lap terbaik 1:41.334 hanya selisih 0,104 detik dari rekor lap balapan. Yang juga patut dicatat, dia sempat melakukan kesalahan kecil di akhir balapan. Namun begitu, Veda mampu bangkit dan menyalip Adrian Fernandez untuk merebut kembali posisi kelimanya.

Lebaran di Brasil

Euforia di Buriram belum reda, tapi Veda sudah harus bersiap. Tantangan berikutnya menunggu di Brasil, sebuah sirkuit yang kembali setelah absen sangat lama, sejak 1992. Ini akan jadi pengalaman pertama bagi hampir semua pembalap muda.

Namun, ujian untuk Veda bukan cuma soal trek baru. Ada faktor mental yang lebih berat. Jadwal Moto3 Brasil 2026 ternyata bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri. Artinya, dia harus merayakan Lebaran jauh dari keluarga dan kampung halaman, demi membawa nama Indonesia berlaga di dunia.

Veda sendiri tampak optimis menatap tantangan itu.

"Sangat senang bisa finis kelima di GP pertama saya. Terima kasih untuk kerja keras tim. Perjuangan akan berlanjut di Brasil," ujarnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar