Asisten pelatih Ahmad Amiruddin tampak lega sekaligus bangga usai laga. Dalam konferensi pers, dia menyoroti perubahan mental pemain.
Itu filosofi Bugis-Makassar tentang harga diri dan solidaritas. Nilai yang selalu digaungkan sebagai jiwa PSM. Ketika itu muncul kembali, wajah tim pun berubah. Mereka berani, pantang menyerah meski tertinggal.
Tapi, jangan berharap terlalu cepat. Satu laga saja belum cukup menyelesaikan semua masalah. Posisi PSM di klasemen masih di zona rawan, peringkat 13. Jarak enam poin dari zona degradasi memang memberi sedikit ruang, namun masih terlalu dini untuk bernapas lega.
Belum lagi soal kondisi skuad. Beberapa pemain kunci masih dalam fase pemulihan cedera. Dinamika kepelatihan juga belum stabil. Pelatih kepala Tomas Trucha secara status masih ada, tapi nonaktif. Ahmad Amiruddin, dibantu Zulkifli Syukur, yang kini memegang kendali teknis di lapangan.
Di tengah semua kerumitan itu, pertandingan di Ternate setidaknya memberi sinyal. PSM belum mati. Mereka masih punya nyali untuk melawan. Dan dalam sepak bola, terkadang modal awal untuk bangkit adalah sekadar keberanian untuk tidak patah.
Perjalanan masih panjang. Tapi malam di Stadion Kie Raha mungkin akan dikenang sebagai titik di mana semangat itu mulai kembali menyala.
Artikel Terkait
Lamine Yamal Selamatkan Barcelona dari Kekalahan dengan Penalti Menit Akhir
Alessandro Matri Kritik Sassuolo: Fokus Jual Pemain, Abai Prestasi
PSM Makassar di Ambang Pecat Tomas Trucha, Pelatih Absen di Latihan
PSM Makassar Dihukum Denda Rp150 Juta Akibat Aksi Suporter