Bukan cuma itu. Oknum yang sama juga diduga memerintahkan steward stadion untuk mengusir beberapa jurnalis yang ada di tribun. Padahal, mereka semua sudah memakai ID Card resmi.
"Kamu wartawan, kamu harus hapus video itu," ujar oknum tersebut, sambil terlihat membakar suasana dengan memprovokasi suporter di sekitarnya.
Keadaan jadi makin keruh. David Glen Oei, pemilik utama Malut United FC yang kebetulan ada di lokasi, disebut-sebut ikut menegur para wartawan yang sedang meliput.
Sementara itu, dari sisi media lain, protes juga datang. Firjal Usdek, pimpinan Halmahera Post, mengaku mengalami hal serupa. Ia dikeluarkan paksa dari tribun oleh steward atas perintah ofisial tim.
Firjal merasa keberatan. Kehadiran mereka di tribun, menurutnya, sudah sesuai aturan. ID Card lengkap, dan mereka tak melangkah keluar dari area peliputan yang ditentukan.
"Kami sangat kecewa atas tindakan yang kami terima malam ini," ucap Firjal, dengan nada kesal. Ia menilai permintaan penghapusan rekaman itu sangat bertentangan dengan UU Pers.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Malut United sendiri belum memberikan pernyataan resmi. Alasan di balik permintaan penghapusan video itu masih menjadi tanda tanya besar. Apa yang sebenarnya ingin disembunyikan? Kita tunggu saja klarifikasinya.
Artikel Terkait
Herdman Umumkan Skuad Sementara 41 Pemain, Persija Dominasi Sumbangan
Inter Milan Waspadai Kutukan Statistik Usai Kembali Kalah dari AC Milan
Herdman Umumkan Skuad Perdana, Reza Arya Pratama Tak Dipanggil
Lazio Hadapi Ancaman Nyata dari Sassuolo di Tengah Tren Buruk