Amiruddin mengaku, setiap sesi latihan selalu dianalisis dengan detail. Dari situ, tim pelatih kerap merasa optimis. Sayangnya, harapan itu sering tak sesuai kenyataan di lapangan. Akibatnya, PSM harus berjuang ekstra, bukan cuma secara teknis tapi juga secara mental.
Selain soal mental bertanding, ada satu hal lain yang ditekankan Amiruddin. Sesuatu yang menurutnya tak boleh dilupakan oleh siapa pun yang mengenakan seragam merah marun: kebanggaan.
Ia ingin pemainnya selalu ingat kehormatan yang melekat pada jersey PSM. Rasa bangga itu, katanya, bisa jadi energi tak terlihat yang mampu mengubah segalanya.
Amiruddin tak menampik bahwa kondisi tim sedang tidak ideal. Rentetan hasil buruk jelas membebani. Namun begitu, ia masih melihat secercah harapan. Komitmen dan kerja keras pemain di setiap latihan masih tetap tinggi. Itulah modal yang membuatnya yakin badai ini akan berlalu.
Jadi, dengan struktur baru yang menempatkan Zulkifli Syukur sebagai direktur teknik dan Trucha tetap di kursi kepelatihan, PSM sedang berusaha menemukan kembali jati diri mereka. Laga di Ternate ini bukan cuma soal tiga poin. Lebih dari itu, ini tentang membuktikan bahwa Pasukan Ramang masih punya nyali untuk bangkit.
Artikel Terkait
Malut United vs PSM Makassar Berakhir Imbang 3-3, Gol Kemenangan David da Silva Dibatalkan VAR
Drama VAR Tuntaskan Laga Seru, Malut United dan PSM Imbang 3-3
Shin Tae-yong Dikabarkan Berminat Beli Klub Liga 2, Bekasi City
Debut Impresif Veda Ega, Bezzecchi Menangi Seri Pembuka MotoGP 2026 di Buriram